
KabarJawa.com – Magma Entertainment menegaskan ambisinya untuk mendominasi pasar film horor Indonesia dengan mengumumkan roadmap proyek film tiga tahun ke depan, meliputi tahun 2026 hingga 2028.
Dalam acara Jaff Market 2025 di JEC, produser Linda Gozali mempresentasikan rencana strategis yang berfokus pada perluasan intellectual property (IP) utama mereka, Qodrat Verse, melalui perkenalan karakter antagonis baru.
Rencana ini menunjukkan strategi jangka panjang studio tersebut yang berani, tidak hanya merilis film tunggal tetapi juga membangun semesta cerita yang terstruktur. Tiga rilisan besar yang diumumkan meliputi dua film di tahun 2026 dan penutup trilogi di tahun 2028.
Rencana Tiga Tahun: Ekspansi Narasi dan Kekosongan Strategis
Linda Gozali menjelaskan bahwa roadmap ini merupakan hasil perencanaan yang cermat, menandai kedewasaan Magma Entertainment dalam mengelola franchise besar.
Berbeda dengan pendekatan rilis tahunan biasa, Magma memilih jalur yang berani dengan menempatkan dua film dengan tema kontras di tahun 2026, membiarkan satu slot kosong di tahun 2027, dan mengunci penutup trilogi pada tahun 2028.
Tahun 2027 yang sengaja dikosongkan disebut sebagai “kejutan” yang belum diungkap ke publik. Keputusan ini memungkinkan Magma memiliki fleksibilitas untuk pengembangan proyek rahasia yang mungkin membutuhkan waktu produksi lebih lama atau disiapkan sebagai crossover kejutan dalam semesta Qodrat Verse yang lebih besar.
Pendekatan ini juga menciptakan antisipasi tinggi di kalangan penggemar, sekaligus memberikan waktu yang cukup bagi tim produksi untuk memastikan kualitas narasi dan sinematik.
Perluasan Semesta: Horor dari Sudut Pandang Antagonis
Proyek pertama yang akan mengguncang bioskop pada kuartal kedua tahun 2026 adalah film horor berjudul Badut Gendong (The Dance of the Dead). Film ini menjadi sorotan utama karena diumumkan sebagai proyek “anti-Qodrat Universe”, menandakan pergeseran naratif yang signifikan.
Jika Qodrat berpusat pada figur religius yang heroik, Badut Gendong justru mengambil perspektif antagonis, mengeksplorasi asal-usul dan kekuatan dari sisi kejahatan spiritual. Tujuan strategis dari film ini adalah untuk mempertemukan dua entitas ikonik: Ustadz Qodrat, sebagai representasi kebaikan, dan sosok Badut Gendong, sebagai antagonis kuat.
Perkenalan IP antagonis ini menjadi kunci untuk memperluas latar belakang Qodrat Verse sebelum mencapai klimaksnya. Langkah ini menegaskan bahwa Magma berani bereksperimen dengan model penceritaan yang lebih kompleks, di mana narasi kebaikan dan kejahatan saling melengkapi dalam satu semesta yang sama.
Masih di tahun 2026, Magma juga merilis Mayat Hidup atau Jumpscare, sebuah film yang akan menyajikan genre komedi-horor. Linda Gozali menyebut proyek ini sebagai “hiburan utama 2026” yang bersifat tribute pada gaya sinema tahun 1980-an. Film ini mewakili pendekatan eksperimental Magma dalam mendiversifikasi genre.
Dengan adanya film komedi-horor ini, Magma menunjukkan bahwa roadmap mereka tidak terpaku hanya pada horor spiritual yang serius, tetapi juga mampu memberikan tontonan yang ringan dan menghibur, menjangkau audiens yang lebih luas.
Penutup Epik Trilogi: Mendalami Sosok Ustadz Qodrat
Puncak dari roadmap Magma Entertainment akan tiba pada tahun 2028 dengan perilisan Qodrat 3. Film ini diposisikan sebagai penutup trilogi Qodrat Verse yang akan menjawab seluruh pertanyaan dan konflik yang telah dibangun sejak awal.
Linda Gozali menyampaikan bahwa film ketiga ini akan menjadi momentum penting untuk memperdalam sosok Ustadz Qodrat secara lebih komprehensif. Sebagai ending dari trilogi, Qodrat 3 diharapkan tidak hanya memberikan klimaks yang memuaskan bagi para penggemar, tetapi juga mengukuhkan sosok Ustadz Qodrat sebagai salah satu pahlawan supranatural paling penting dalam sinema horor Indonesia modern.
Keputusan untuk meletakkan Qodrat 3 di akhir roadmap memastikan bahwa seluruh elemen narasi, termasuk konflik yang diperkenalkan di Badut Gendong, memiliki waktu yang cukup untuk matang sebelum mencapai resolusi finalnya.
Dengan adanya strategi yang terukur, didukung oleh IP yang kuat dan ambisi untuk diversifikasi genre, Magma Entertainment menunjukkan keseriusan dalam membangun model franchise yang berkelanjutan di industri film Indonesia.***