
KABAR JAWA – Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) kabarnya tengah gencar mempercepat pembangunan Sekolah Rakyat.
Adapun program ini ditujukan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu agar mereka dapat mengakses pendidikan menengah secara gratis, tanpa harus terbebani oleh biaya sekolah ataupun tempat tinggal.
Langkah ini juga menjadi jawaban atas tantangan sosial yang selama ini dihadapi oleh keluarga penerima manfaat, seperti peserta Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya.
Pemerintah pun menyadari bahwa pendidikan adalah fondasi penting dalam memutus rantai kemiskinan antargenerasi.
Pendidikan Gratis Jenjang SLTA dengan Sistem Asrama
Sekolah Rakyat (SR) yang dirancang oleh Pemerintah Daerah DIY ini setara dengan jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) dan akan mengadopsi sistem pendidikan berbasis asrama penuh.
Artinya, para siswa tidak hanya mendapatkan pendidikan akademik secara gratis, tetapi juga akan tinggal di asrama tanpa dikenai biaya.
Kabarnya, pemerintah setempat telah mengajukan enam rombongan belajar (rombel) untuk tahap awal pembangunan.
Nantinya, siswa-siswa yang lolos seleksi akan menjalani proses pendidikan di sana.
Hal ini bertujuan agar mereka dapat belajar secara fokus dan berkelanjutan tanpa harus memikirkan beban ekonomi keluarga.
Dan untuk pembiayaannya akan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Di Mana Lokasi Pembangunan Sekolah Rakyat DIY?
Hingga saat ini, lokasi utama yang telah diajukan untuk pembangunan Sekolah Rakyat berada di wilayah Pandak, Kabupaten Bantul.
Pemerintah DIY telah menyiapkan lahan seluas 5 hektare di kawasan tersebut.
Meski baru satu lokasi yang dikonfirmasi, pemerintah DIY masih membuka peluang untuk pengembangan SR di daerah lainnya.
Dan informasi lebih lanjut mengenai lokasi tambahan masih dalam tahap perencanaan dan koordinasi lebih lanjut dengan pemerintah pusat dan daerah.
Pemerintah Kabupaten/Kota Didukung untuk Bangun SR Tingkat SD hingga SMP
Tidak hanya berfokus pada jenjang SLTA, pemerintah daerah juga mendorong setiap kabupaten dan kota di wilayah DIY untuk turut mengusulkan pembangunan Sekolah Rakyat di tingkat dasar dan menengah pertama, yaitu setara SD dan SMP.
Pendekatan ini diambil agar penanganan kemiskinan dapat dilakukan secara menyeluruh sejak usia dini, sekaligus memberikan pendidikan berkualitas bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi lemah.
Tiga Kementerian Terlibat dalam Realisasi Program Sekolah Rakyat
Untuk diketahui, pelaksanaan dan pengawasan program Sekolah Rakyat tidak dilakukan secara tunggal oleh satu lembaga.
Justru, kabarnya program ini merupakan hasil sinergi antar kementerian, yaitu Kementerian Sosial (Kemensos), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Kolaborasi lintas kementerian ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan inklusif dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat.
Lewat pembangunan Sekolah Rakyat, Pemerintah Daerah DIY kini diketahui sedang mengupayakan peluang pendidikan yang menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dimulai dari lokasi di Pandak, Bantul, dan kemudian harapannya program ini bisa terus berkembang hingga menjangkau seluruh pelosok DIY.***