
KabarJawa.com — Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kembali menghadirkan gelombang besar wisatawan ke Kota Yogyakarta.
Pemerintah memprediksi jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Gudeg pada libur panjang kali ini bahkan melampaui Bali.
Lonjakan tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Yogyakarta mengambil langkah tegas dengan menerapkan rekayasa lalu lintas secara menyeluruh dan situasional guna mengantisipasi penumpukan kendaraan, khususnya menuju kawasan Malioboro.
Satlantas Polresta Yogyakarta langsung memperketat pengawasan arus kendaraan dari berbagai pintu masuk kota.
Rekayasa Lalu Lintas Ketat di Kota Yogyakarta
Petugas memprioritaskan pengaturan dari arah timur, terutama dari exit Tol Prambanan, yang kembali beroperasi normal.
Jalur ini akan menjadi salah satu penyumbang kepadatan terbesar selama puncak arus libur Nataru.
Kasat Lantas Polresta Yogyakarta, AKP Alvian Hidayat, menegaskan bahwa pihaknya mengantisipasi peningkatan arus kendaraan dengan menyiapkan jalur alternatif sejak jauh hari.
Ia menyebut koordinasi lintas sektor menjadi kunci utama agar pengaturan lalu lintas berjalan efektif dan minim kemacetan.
“Kami tidak bekerja sendiri. Dari arah timur, sebelum Janti, kami memberikan informasi jalur alternatif menuju Malioboro melalui Flyover Janti, kemudian masuk lewat Gedongkuning atau Jalan Kusumanegara,” ujar Alvian.
Satlantas juga memusatkan perhatian pada Simpang Demangan sebagai titik krusial arus kendaraan. Dari lokasi tersebut, petugas mengarahkan kendaraan ke arah barat menuju kawasan Galeria.
Di titik ini, pengendara kembali menerima informasi lanjutan bahwa akses menuju Malioboro dapat ditempuh dengan belok kiri ke Simpang Hayam Wuruk atau Gayam, lalu melanjutkan perjalanan ke kawasan Bausasran, Jalan Gajah Mada, atau Jalan Mayor Suryotomo.
Alvian menjelaskan bahwa rekayasa lalu lintas ini tidak hanya mengandalkan pengaturan manual di lapangan.
Satlantas turut mempertimbangkan kebiasaan wisatawan yang mengandalkan aplikasi navigasi digital dalam menentukan rute perjalanan.
“Kami sudah melakukan simulasi agar rute dari Simpang Demangan menuju Jalan Mayor Suryotomo sesuai dengan jalur yang kami tetapkan. Dengan pengaturan ini, algoritma peta digital akan mengarahkan kendaraan sesuai rencana dan mengurangi kepadatan di kawasan Kridosono,” jelasnya.
Pada jam-jam padat, terutama sore hingga malam hari, Satlantas akan memperketat akses masuk ke kawasan Malioboro.
Petugas hanya mengizinkan kendaraan yang melewati Jalan Suryotomo dan Jalan Mataram untuk memasuki kawasan tersebut.
Sementara itu, arus kendaraan dari Kleringan akan diarahkan lurus ke barat, kemudian diputar melalui Jlagran ke arah selatan, melewati Ngabean, sebelum kembali menuju timur.
Satlantas juga menyebarkan informasi rekayasa lalu lintas ini sejak dari ring luar kota. Langkah ini bertujuan agar kendaraan dari luar daerah langsung mengarah ke Simpang Empat Gondomanan, sehingga kawasan Kridosono hanya dilalui kendaraan lokal.
“Kami ingin arus kendaraan dari luar kota tidak menumpuk di titik rawan. Dengan penyebaran informasi sejak awal, pengendara bisa memilih jalur yang lebih lancar,” imbuh Alvian.
Koordinasi dengan Dinas Kominfo
Untuk mendukung kelancaran informasi di lapangan, Satlantas berkoordinasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Yogyakarta.
Pihak terkait memasang papan informasi jalur peta digital, petunjuk arah, serta lokasi parkir mulai dari Simpang Demangan hingga kawasan pusat kota.
Pos pengamanan juga siaga di sejumlah titik strategis seperti Galeria, UKDW, Lempuyangan, dan Bausasran, dengan melibatkan personel gabungan dari kepolisian, Ditlantas, dan Dinas Perhubungan.
Alvian menegaskan bahwa pihaknya siap menerapkan rekayasa lalu lintas secara situasional jika kepadatan meningkat drastis.
Petugas akan memberlakukan sistem satu arah di Jalan Bausasran ke arah barat serta mengatur arus dari Bausasran dan Jalan Gajah Mada menuju selatan hingga Simpang Permata.
“Rekayasa ini bersifat dinamis. Kami menyesuaikan kondisi di lapangan agar arus tetap bergerak,” terang Alvian.
Pengalihan arus serupa juga berlaku di wilayah luar kota, seperti Jombor, Palem Guri, Jalan Batur, dan Jalan Paris.
Selain itu, Satlantas secara tegas menertibkan praktik parkir liar, khususnya di sisi selatan Stasiun Tugu yang kerap memicu kemacetan.
Satlantas bersama petugas gabungan telah membangun sejumlah pos pengamanan di kawasan pedestrian selatan Tugu dan Simpang Pasar Kembang.
Personel dari Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, serta unsur masyarakat akan mengawasi dan menertibkan kawasan tersebut agar wisatawan tidak memarkir kendaraan sembarangan.
“Kami ingin kawasan ini tetap tertib dan nyaman bagi wisatawan,” tegas Alvian.
Sebagai langkah tambahan, Satlantas juga memasang water barrier atau tolo-tolo untuk membatasi akses masuk langsung ke area Stasiun Tugu.
Area yang sebelumnya kerap menjadi lokasi parkir liar kini berfungsi sebagai jalur resmi masuk stasiun.
Petugas akan mengarahkan pengendara sejak kawasan Loko Kafe untuk mengambil lajur kanan.
Satlantas memastikan pemasangan rambu dan informasi bertahap dan jelas agar mudah pengendara pahami.
“Kami berharap masyarakat dan wisatawan mematuhi arahan petugas di lapangan. Dengan kerja sama semua pihak, libur Nataru di Yogyakarta bisa berlangsung aman, lancar, dan nyaman,” pungkas Alvian. (ef linangkung)