
KABARJAWA – Kabupaten Gunungkidul kembali membuktikan tajinya sebagai primadona wisata di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Hanya dalam dua hari, Sabtu (5/7/2025) dan Minggu (6/7/2025), ribuan wisatawan menyerbu berbagai destinasi memesona di Bumi Handayani.
Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardana, menyatakan pihaknya mencatat angka kunjungan yang mencengangkan.
Kunjungan Wisata Gunungkidul
Pada Sabtu, pihaknya mencatat ada 15.595 wisatawan yang datang dengan pendapatan mencapai Rp162.560.730.
“Lonjakan wisatawan semakin terasa di Minggu. Kunjungan meningkat tajam menjadi 26.202 orang dengan pendapatan sebesar Rp298.532.300,” katanya, Senin (7/7/2025).
Total selama dua hari, Dinas Pariwisata Gunungkidul merekam kunjungan sebanyak 42 ribu orang dengan pendapatan mencapai Rp461 juta.
Angka ini semakin mendekatkan Gunungkidul pada target kunjungan wisatawan dan pendapatan yang sudah mereka tetapkan di tahun 2025.
“Kami menargetkan kunjungan wisatawan di Gunungkidul tahun ini mencapai 3.103.270 orang dengan target pendapatan Rp33.540.349.900,” ucap Oneng.
Berdasarkan catatan Dinas Pariwisata Gunungkidul per 4 Juli 2025, kunjungan wisatawan telah mencapai 1.354.928 orang atau 43,66 persen dari target, sedangkan pendapatan sudah menembus Rp14.110.760.200 atau 42,07 persen dari target.
Kunci Meningkatnya Kunjungan Wisata
Oneng mengungkapkan, capaian ini tidak lepas dari daya tarik destinasi wisata baru di Gunungkidul. Destinasi baru ini banyak diminati.
Kehadiran mereka mendongkrak kunjungan wisatawan, apalagi di tengah larangan studi tour di beberapa daerah.
Ia menilai, pembukaan destinasi baru dan inovasi pelayanan menjadi kunci mendongkrak kunjungan. Pihaknya terus mendorong para pengelola wisata untuk berinovasi.
“Saat ini tren wisata tidak hanya soal pemandangan indah, tapi juga pengalaman unik dan layanan yang nyaman,” ungkapnya.
Oneng optimis Gunungkidul mampu memenuhi bahkan melampaui target kunjungan wisatawan pada 2025.
Pihaknya optimis dan akan terus memaksimalkan promosi dan pengembangan destinasi agar kunjungan wisatawan semakin meningkat dan memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat.
Gunungkidul, yang dikenal dengan gugusan pantai selatan dan keelokan geologinya, kini menyiapkan diri menjadi pusat pariwisata unggulan DIY.
“Kami tidak ingin hanya mengejar angka kunjungan, tetapi juga kualitas layanan, kenyamanan wisatawan, dan kesejahteraan pelaku wisata,” pungkas Oneng. (ef linangkung)