Kulon Progo Pecahkan Rekor MURI lewat Tari Sugriwa Subali, 7.400 Penari Gerakkan Alun-Alun Wates

Bagikan :
Kulon Progo Pecahkan Rekor MURI/Foto: Pemkab Kulon Progo

KabarJawa.com – Dentuman gamelan berpadu dengan derap langkah 7.400 penari yang serempak mengguncang tanah Alun-Alun Wates.

Dengan busana warna-warni khas Jawa dan gerak tari yang gagah namun anggun, ribuan penari dari berbagai kalangan berhasil memecahkan Rekor MURI untuk Tari Sugriwa Subali terbanyak.

Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-74 Kabupaten Kulon Progo tahun ini benar-benar terasa istimewa. Pemerintah Kabupaten Kulon Progo merancang momen ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga persembahan untuk daerah dan bangsa.

Upacara yang mengusung tema Sinergi dan Kolaborasi untuk Kulon Progo Harmoni menjadi simbol nyata semangat gotong royong dan kebersamaan yang mengakar kuat di Bumi Binangun.

Kulon Progo Pecahkan Rekor MURI

Sejak pagi, Alun-Alun Wates dipenuhi lautan manusia. Pelajar, guru, ASN, hingga masyarakat umum berdiri sejajar, membentuk formasi kolosal yang menakjubkan.

Di bawah terik matahari, mereka menari bersama dengan penuh semangat, mengikuti irama kendang dan tembang Jawa yang menggema di seluruh penjuru.

Gerakan mereka tidak hanya menggambarkan keindahan seni, tetapi juga mencerminkan filosofi hidup masyarakat Kulon Progo: kerja keras, kebersamaan, dan keteguhan.

Baca juga  Ekspansi On The Rock di Pantai Watu Bolong Picu Polemik Relokasi dan Dugaan Privatisasi Pesisir

Dalam waktu sepuluh menit, seluruh penari berhasil menampilkan koreografi kompleks dengan tertib dan sinkron.

“Persiapan sudah kami lakukan selama satu bulan penuh. Semua peserta berlatih di instansi dan sekolah masing-masing sebelum akhirnya melakukan gladi bersih di Alun-Alun,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Kulon Progo, Sutarman.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini tidak akan berhasil tanpa koordinasi lintas instansi. Dinas Pariwisata mengirimkan edaran resmi ke seluruh OPD dan satuan pendidikan untuk mengajak mereka berpartisipasi.

“Ini bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah, pendidik, pelajar, dan seniman,” tambahnya.

Rekor ke-12.439 untuk Kulon Progo

Tepuk tangan menggema ketika perwakilan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI), Sri Widayati, naik ke panggung membawa piagam rekor.

Dengan suara lantang, ia mengumumkan bahwa Tari Sugriwa Subali dengan 7.400 penari resmi tercatat sebagai rekor MURI ke-12.439.

Sri mengapresiasi semangat masyarakat Kulon Progo yang mampu menjaga tradisi sekaligus menciptakan kebanggaan daerah. Terlebih, Dua tahun lalu, Kulon Progo mencatatkan rekor Tari Angguk dengan 7.200 penari.

Baca juga  Gerobak Burjo di Embung Giwangan Dibakar Orang Tak Dikenal, Warga Panik di Pagi Buta

“Kini, rekor itu kembali pecah oleh masyarakat yang sama, dengan semangat yang bahkan lebih besar,” ucapnya.

Momen bersejarah ini turut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, KGPAA Paku Alam X, bersama para pemimpin kabupaten/kota se-DIY.

Sorotan mata mereka tertuju pada ribuan penari yang menari serentak, menciptakan harmoni yang memukau di jantung Kulon Progo.

“Ini bukan sekadar tari, tapi simbol kesatuan. Melihat anak-anak muda, guru, ASN, dan masyarakat menari bersama, rasanya seperti menyaksikan wajah Kulon Progo yang sesungguhnya, bersatu dan bersemangat,”ujar dia.

Makna Filosofis Tari Sugriwa Subali

Tari Sugriwa Subali bukan tarian biasa. Ia berakar dari kisah pewayangan yang berkisah tentang dua saudara kera sakti di Kerajaan Kiskenda, yakni Sugriwa dan Subali.

Mereka terlibat dalam konflik demi kehormatan dan kebenaran. Tarian ini biasa dipentaskan di Gua Kiskendo, destinasi wisata legendaris di Kulon Progo.

Bagi masyarakat lokal, tarian ini menjadi lambang keseimbangan antara kekuatan dan kebijaksanaan. Ketika ditampilkan secara massal, maknanya berlipat ganda: kekompakan, solidaritas, dan semangat persaudaraan.

Baca juga  Menikmati Sendratari Sugriwa Subali, Suguhan Spektakuler dalam Fam Trip Kulon Progo

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo, H. Ambar Purwoko, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh pihak.

Ia memuji kerja keras panitia, peserta, dan masyarakat yang menjadikan peringatan HUT Kulon Progo kali ini penuh makna.

“Dirgahayu Kabupaten Kulon Progo. Mugi dados tlatah ingkang ayom ayem toto titi tentrem kertoraharjo, gemah ripah loh jinawi,” ujar Ambar dengan suara bergetar.

Ia berharap momentum ini menjadi pijakan untuk membangun daerah yang lebih maju dan menyejahterakan masyarakat.

Pemecahan rekor MURI ini bukan sekadar capaian angka. Ia menjadi wujud nyata semangat sinergi dan kolaborasi untuk Kulon Progo Harmoni.

Melalui tarian yang menggambarkan kisah klasik Jawa, masyarakat Kulon Progo menunjukkan bahwa budaya bisa menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid