
KabarJawa.com – ASTON Gejayan Yogyakarta Hotel & Conference Center menggelar kegiatan Training and Fire Drill Simulation pada 11 Mei 2026 sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat kebakaran di lingkungan hotel. Kegiatan yang berlangsung bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sleman itu diikuti seluruh tim hotel dari berbagai departemen guna meningkatkan pemahaman mengenai prosedur keselamatan kerja dan penanganan kondisi darurat.
Pelatihan tersebut menghadirkan Sumarjono dari Damkar Sleman sebagai pemateri utama. Dalam sesi pelatihan, peserta mendapatkan edukasi mengenai langkah awal penanganan kebakaran, penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), prosedur evakuasi, hingga simulasi langsung kondisi darurat kebakaran di area hotel.
Simulasi Kebakaran Libatkan Seluruh Departemen Hotel
Kegiatan fire drill berlangsung interaktif dengan memadukan sesi teori dan praktik lapangan. Seluruh peserta terlibat langsung dalam simulasi evakuasi yang dirancang menyerupai kondisi darurat nyata di lingkungan kerja hotel.
Melalui simulasi tersebut, tim hotel dilatih untuk memahami pola koordinasi yang cepat, tepat, dan terstruktur saat menghadapi situasi darurat. Selain itu, pelatihan juga bertujuan membangun kesiapan individu maupun tim agar mampu mengambil tindakan awal secara efektif sebelum petugas penanganan datang ke lokasi.
Pihak hotel menilai latihan rutin seperti ini penting dilakukan untuk meminimalkan risiko dan meningkatkan respons tanggap darurat di area operasional hotel yang memiliki mobilitas tinggi serta melibatkan banyak tamu dan karyawan setiap hari.
Materi Pelatihan Fokus pada Penanganan Awal dan Evakuasi
Dalam pemaparannya, Sumarjono menjelaskan berbagai langkah penting yang harus dipahami karyawan ketika terjadi kebakaran. Materi yang diberikan mencakup teknik penggunaan APAR, prosedur penyelamatan diri, hingga tata cara evakuasi tamu secara aman dan tertib.
Peserta juga diajak memahami pentingnya komunikasi dan koordinasi antar departemen ketika menghadapi kondisi darurat. Simulasi lapangan dilakukan agar setiap tim mengetahui peran masing-masing sehingga proses evakuasi dapat berjalan lebih cepat dan terarah.
Dengan adanya pelatihan tersebut, seluruh karyawan diharapkan memiliki kemampuan dasar dalam menghadapi potensi kebakaran serta mampu menjaga keselamatan tamu maupun rekan kerja di lingkungan hotel.
ASTON Gejayan Tegaskan Komitmen Bangun Budaya Keselamatan Kerja
HR Manager ASTON Gejayan, Marina, menegaskan bahwa pelatihan dan simulasi kebakaran menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan kerja di lingkungan hotel.
“Keselamatan tamu dan seluruh tim menjadi prioritas utama kami. Melalui training dan simulasi ini, kami berharap seluruh tim memiliki kesiapan serta pemahaman yang baik dalam menghadapi situasi darurat,” ujarnya.
Menurutnya, peningkatan kesiapsiagaan tidak hanya penting untuk memenuhi standar keamanan operasional hotel, tetapi juga menjadi langkah preventif dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan nyaman bagi seluruh pihak.
Upaya Tingkatkan Standar Keamanan Hotel
Melalui kegiatan Training and Fire Drill Simulation ini, ASTON Gejayan berharap standar keamanan dan keselamatan kerja di lingkungan hotel dapat terus meningkat. Selain memperkuat kesiapan sumber daya manusia, simulasi tersebut juga menjadi sarana evaluasi prosedur penanganan darurat yang telah diterapkan selama ini.
Hotel juga menargetkan terciptanya lingkungan kerja yang lebih siap menghadapi berbagai potensi keadaan darurat, baik yang berkaitan dengan kebakaran maupun situasi lain yang membutuhkan respons cepat dan terkoordinasi.
Pelatihan keselamatan seperti fire drill dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung operasional hotel yang aman sekaligus memberikan rasa nyaman bagi tamu maupun seluruh karyawan.