Kementerian PKP dan Koperasi Dukung Penataan Permukiman Bantaran Sungai Yogyakarta dengan Gotong Royong dan Koperasi

Bagikan :
Penataan Permukiman Bantaran Sungai Yogyakarta/Foto: Pemkot Yogyakarta

KABARJAWA – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PKP) bersama Kementerian Koperasi dan UKM menyatakan dukungan penuh terhadap penataan permukiman warga di bantaran sungai Kota Yogyakarta.

Mereka menilai penataan berbasis gotong royong dan koperasi mampu menciptakan transformasi besar bagi kehidupan masyarakat miskin kota.

Penataan Permukiman Bantaran Sungai Yogyakarta

Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah menegaskan pihaknya menyambut baik inspirasi dari Paguyuban Kalijawi yang mengusung penataan permukiman berbasis gotong royong dan koperasi.

Fahri menilai gerakan Kalijawi menjadi contoh nyata masyarakat yang bangkit bersama menyelesaikan persoalan rumah tidak layak huni di perkotaan.

“Kami mengapresiasi Paguyuban Kalijawi yang telah memulai gerakan gotong royong melibatkan koperasi dalam penataan permukiman warga bantaran sungai. Gerakan ini mendorong Kementerian PKP mempererat kerja sama antar kementerian demi mewujudkan 3 juta rumah dan janji Presiden untuk mengaktifkan masyarakat dalam pembangunan perumahan,” ujar Fahri.

Fahri menjelaskan Kementerian PKP memiliki tiga program utama, yaitu renovasi perumahan, renovasi kawasan, dan pembangunan rumah vertikal di perkotaan.

Baca juga  Catat! Prakiraan Cuaca Jogja Hari Ini Sabtu, 8 November 2025: Malam Minggu Hujan atau Tidak?

Namun, dia menekankan pembangunan perumahan tidak boleh hanya melibatkan pengusaha besar. Fahri menilai pembangunan perumahan harus turun menjadi usaha masyarakat itu sendiri.

“Bentuk paling konkret adalah koperasi. Masyarakat harus berdaya dengan koperasi sehingga pembangunan perumahan tidak dikuasai segelintir pihak,” tegas Fahri.

Gerakan Paguyuban Kalijawi

Ketua Paguyuban Kalijawi Ainun Murwani menyampaikan Kalijawi ingin memperluas kolaborasi. Kalijawi bercita-cita menjadikan gerakan keamanan bermukim sebagai gerakan bersama yang berdampak luas di Kota Yogyakarta.

Paguyuban Kalijawi beranggotakan para perempuan tangguh yang tinggal di bantaran Sungai Gajah Wong dan Winongo.

Ainun mengatakan anggotanya berjuang menyelesaikan masalah rumah tidak layak huni dengan menabung Rp2.000 per hari. Tabungan kecil itu menjadi ritual bersama untuk mengajak ibu-ibu aktif dalam pembangunan permukiman.

“Banyak warga bantaran sungai bekerja di sektor informal. Mereka tidak bisa mengakses program perumahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Di Notoyudan, ada 61 KK yang nggendong, mengindung, dan tidak aman bermukim,” ujar Ainun.

Ainun menjelaskan Kalijawi mengusulkan konsep koperasi membeli lahan, lalu warga mencicil tanah itu lewat koperasi. Setelah kepemilikan tanah jelas, mereka mengajukan pembangunan rumah kepada PUPR Kota Yogyakarta.

Baca juga  Jumlah Satgas Sungai Terbatas, Walikota Hasto Ajak Warga Bersihkan Sungai Yogyakarta

“Dengan koperasi, warga bisa memiliki tanah dan rumahnya sendiri tanpa rasa takut digusur. Kami ingin perempuan menjadi pelopor keamanan bermukim,” tegas Ainun.

Wakil Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi pembangunan perumahan berbasis koperasi.

Ferry menegaskan penandatanganan kesepakatan bersama antara Kementerian Koperasi dan Kementerian PKP menjadi tonggak penting bagi percepatan pembangunan perumahan rakyat.

“Kami mendorong pembangunan perumahan berbasis koperasi. Mulai dari pengadaan tanah, membangun rumah, hingga pengelolaan kawasan perumahan. Pendekatan koperasi akan memecahkan masalah pengadaan tanah dan pembangunan rumah yang selama ini sulit dilakukan masyarakat kecil,” ujar Ferry.

Ferry yakin dengan gotong royong, koperasi, dan kolaborasi lintas kementerian, cita-cita menghadirkan hunian layak bagi warga bantaran sungai di Kota Yogyakarta akan terwujud.

Pemerintah berkomitmen menjadikan rakyat sebagai pelaku utama pembangunan, bukan hanya penonton di tanahnya sendiri. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid