
GUNUNGKIDUL – Hujan deras yang mengguyur ruas Jalan Jalur Lintas Selatan (JJLS) Gunungkidul, Kamis (30/10/2025) pagi.
Seorang pemuda berusia 17 tahun, Oqi Wahyu Prasetyo, warga Tileng, Kepek, Saptosari, meregang nyawa. Motornya adu banteng dengan sebuah mobil Toyota Avanza yang nekat menyalip di jalur licin dan terbatas pandangan.
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 10.20 WIB di Padukuhan Mojosari, Kalurahan Monggol, Kapanewon Saptosari.
Kecelakaan Maut di JJLS Gunungkidul
Kapolsek Saptosari, AKP Sigit Teja Sukmana, menjelaskan, kejadian bermula saat mobil Toyota Avanza yang dikemudikan Roy Rohmadi Saputra (32), warga Padukuhan Singkil, Giring, Paliyan, melaju dari arah timur menuju barat.
Saat melintasi kawasan Monggol, pengemudi Avanza itu berusaha mendahului kendaraan lain di depannya.
Namun, manuver berbahaya itu terlalu ke kanan, tepat di saat bersamaan dari arah berlawanan datang motor Honda Vario yang dikendarai Oqi.
“Lantaran minim jarak pandang karena hujan dan jarak terlalu dekat, tabrakan pun tidak bisa terhindarkan,” ujar AKP Sigit Teja Sukmana Kamis siang.
Benturan keras membuat tubuh Oqi terhempas ke bahu jalan. Motor Honda Vario miliknya hancur berantakan, beberapa bagiannya bahkan terpental beberapa meter dari titik tabrakan.
“Kondisi motor hancur, sedangkan pengendaranya meninggal dunia di lokasi kejadian,” lanjut Kapolsek.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi korban.
Oqi Wahyu Prasetyo, remaja kelahiran Gunungkidul, 27 April 2008 itu, meninggal dunia di tempat kejadian. Petugas membawa jenazahnya ke RSUD Saptosari untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, Roy Rohmadi Saputra, pengemudi Toyota Avanza, mengalami luka terbuka di bagian jidat. Ia dalam kondisi sadar dan langsung dilarikan ke rumah sakit yang sama untuk mendapatkan perawatan medis.
Penyebab Kecelakaan
Berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan saksi, sebelum kejadian, motor Honda Vario AB 2721 KD melaju dari arah barat (Saptosari) menuju timur (Monggol).
Di saat bersamaan, Toyota Avanza AB 1236 RP datang dari arah berlawanan dan berniat menyalip sebuah sedan biru.
Namun, jarak pandang terbatas akibat hujan deras dan kecepatan tinggi kedua kendaraan membuat ruang gerak sangat sempit.
Dalam sekejap, mobil dan motor itu adu banteng di jalur kanan hingga suara benturannya terdengar keras ke rumah-rumah warga di sekitar lokasi.
Beberapa pengendara lain yang melintas langsung berhenti dan mencoba memberikan pertolongan. Namun, nyawa sang remaja sudah tak tertolong.
Tim Polsek Saptosari beserta petugas medis dan warga mengevakuasi korban di tengah hujan yang masih mengguyur.
Petugas juga mengamankan mobil Avanza yang ringsek di bagian depan serta motor korban yang hampir tak berbentuk lagi.
“Kami masih melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk memeriksa saksi dan melakukan uji kendaraan,” tambah AKP Sigit.
Kecelakaan maut di JJLS Gunungkidul ini menambah panjang daftar kecelakaan, terutama di kawasan Saptosari–Monggol yang rawan karena kondisi jalan lurus tapi sering licin saat hujan.
Polisi mengimbau para pengendara agar lebih berhati-hati dan tidak memaksakan menyalip di tikungan atau saat cuaca buruk.
“Keselamatan harus jadi prioritas, bukan kecepatan,” tegas AKP Sigit. (ef linangkung)