
KabarJawa.com– Pertumbuhan sektor pariwisata di Kapanewon Girimulyo terus menunjukkan peningkatan yang mencolok dalam beberapa tahun terakhir.
Arus wisatawan yang semakin deras serta bermunculannya usaha-usaha baru membuat wilayah perbukitan ini tampil sebagai salah satu kawasan wisata yang paling dinamis di Kulon Progo.
Melihat perkembangan tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kulon Progo bergerak cepat dengan melakukan pendampingan dan pengawasan langsung ke berbagai pelaku usaha wisata di Girimulyo.
Usaha Wisata Kapanewon Girimulyo
Kepala DPMPTSP Kulon Progo, R. Heriyanto, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan menjaga agar pertumbuhan ekonomi di sektor wisata tetap selaras dengan regulasi, standar pelayanan, serta prinsip keberlanjutan.
Pihaknya ingin memastikan seluruh pelaku usaha memahami kewajiban perizinan dan menjalankan usahanya sesuai aturan.
“Pertumbuhan harus terjadi, tetapi harus tetap tertib dan terarah,” ujarnya.
Tim DPMPTSP turun langsung ke lokasi-lokasi usaha untuk melakukan pengecekan detail terkait kelengkapan dokumen, mulai dari Nomor Induk Berusaha (NIB), izin usaha, hingga kesesuaian tata ruang.
Pemeriksaan ini berjalan cermat untuk memastikan usaha yang beroperasi benar-benar memenuhi ketentuan dasar yang pemerintah wajibkan.
Tidak hanya melakukan pemeriksaan, tim juga memberikan arahan teknis kepada pelaku usaha yang masih menemui kendala perizinan.
Banyak pemilik usaha mengaku masih kesulitan mengoperasikan sistem Online Single Submission (OSS), khususnya terkait pengunggahan dokumen, pengisian data, serta pemilihan KBLI yang tepat.
Melihat hal itu, DPMPTSP memberikan penjelasan langsung dan langkah-langkah praktis agar proses perizinan dapat terselesaikan tanpa hambatan. Pendampingan DPMPTSP tidak hanya bersifat struktural, tetapi juga humanis.
Tim membuka ruang dialog bagi pelaku usaha untuk menyampaikan kebutuhan, hambatan, hingga saran dalam pengembangan usaha mereka.
“Kami tidak ingin pengawasan dianggap menakutkan. Justru kami hadir untuk membantu, bukan mempersulit,” tegas Heriyanto.
Sambutan Pelaku Usaha
Para pelaku usaha menyambut antusias kegiatan ini. Mereka mengaku lebih memahami proses perizinan, standar usaha wisata, serta langkah penataan usaha agar memenuhi ketentuan yang berlaku.
Beberapa pelaku usaha bahkan menyampaikan bahwa pendampingan langsung seperti ini memberikan kepastian dalam menjalankan usaha dan memudahkan komunikasi dengan pemerintah daerah.
DPMPTSP menegaskan bahwa pengawasan dan pendampingan ini menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan pariwisata yang tertib, aman, dan berdaya saing tinggi.
Dengan semakin baiknya tingkat kepatuhan pelaku usaha terhadap perizinan dan standar pelayanan, Girimulyo berpotensi besar menjadi destinasi unggulan yang tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Jika pemerintah hadir dan pelaku usaha patuh, maka pariwisata akan berkembang lebih kuat. Girimulyo memiliki potensi besar, dan kami ingin memastikan potensi itu diolah dengan benar dan bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.
Dengan pendampingan yang semakin intensif, pemerintah berharap seluruh usaha wisata di Girimulyo dapat memenuhi standar legalitas dan kualitas.
Pertumbuhan sektor wisata yang tertata akan memberikan dampak luas bagi peningkatan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, hingga kesejahteraan masyarakat sekitar. (ef linangkung)