
KabarJawa.com – Kawasan pesisir Poncosari, Kapanewon Srandakan, Kabupaten Bantul, kini memiliki pusat aktivitas perikanan baru bernama Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Poncosari.
Kawasan terpadu tersebut dibangun pemerintah untuk memperkuat sistem perikanan tangkap sekaligus mendukung kesejahteraan nelayan di pesisir selatan Daerah Istimewa Yogyakarta.
Deretan bangunan baru yang menghadap Samudra Hindia mulai difungsikan pada awal Maret 2026. Fasilitas yang tersedia tidak hanya berupa tempat pendaratan ikan, tetapi juga mencakup cold box, pabrik es, gudang beku, bengkel perahu, hingga shelter perbaikan jaring.
Keberadaan berbagai fasilitas tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas nelayan yang selama ini menghadapi keterbatasan sarana penanganan hasil tangkapan maupun perawatan alat tangkap.
Pusat Aktivitas bagi 134 Nelayan Poncosari
Ketua Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Poncosari, Paijan, mengatakan kawasan KNMP akan menjadi pusat aktivitas nelayan di wilayah tersebut. Koperasi desa nantinya akan mengelola berbagai fasilitas yang telah dibangun pemerintah.
“Nanti bangunan KNMP ini akan mendukung para nelayan yang ada di wilayah Poncosari,” kata Paijan.
Ia menjelaskan, wilayah Poncosari memiliki dua dusun yang bergantung pada sektor perikanan, yakni Dusun Ngentak dan Dusun Kuwaru. Dari dua wilayah tersebut terdapat 134 nelayan aktif yang melaut secara rutin.
Para nelayan itu tergabung dalam tujuh kelompok nelayan yang selama ini menjadi penggerak utama aktivitas perikanan di pesisir selatan Bantul.
Dengan adanya Kampung Nelayan Merah Putih, nelayan kini memiliki pusat kegiatan yang lebih terintegrasi. Sebelumnya, sebagian aktivitas pengolahan dan penanganan hasil tangkapan masih bergantung pada fasilitas di wilayah lain.
Fasilitas Penanganan Hasil Tangkapan
Salah satu fasilitas utama di kawasan KNMP Poncosari adalah shelter pendaratan ikan. Tempat ini digunakan nelayan untuk menurunkan hasil tangkapan setelah kembali dari laut.
Sistem penanganan ikan dirancang agar kualitas hasil tangkapan tetap terjaga sejak pertama kali didaratkan.
Setelah kapal bersandar, ikan yang baru ditangkap langsung dimasukkan ke dalam cold box untuk menjaga suhu dan kualitasnya. Proses ini bertujuan mencegah penurunan kualitas ikan sebelum dipasarkan.
Di kawasan tersebut juga tersedia pabrik es yang memproduksi es balok untuk kebutuhan penyimpanan dan distribusi hasil tangkapan.
Selain itu, terdapat fasilitas gudang beku atau cold storage yang memungkinkan ikan disimpan dalam jangka waktu lebih lama.
Fasilitas penyimpanan dingin tersebut sebelumnya menjadi kebutuhan penting bagi nelayan Poncosari, terutama saat hasil tangkapan melimpah dan tidak langsung terserap pasar.
Dengan adanya fasilitas tersebut, sistem penanganan pascapanen ikan di kawasan pesisir ini menjadi lebih tertata.
Bengkel Perahu dan Shelter Perbaikan Jaring
Selain fasilitas penanganan hasil tangkapan, KNMP Poncosari juga dilengkapi bengkel perahu nelayan. Bengkel ini disediakan untuk memperbaiki mesin kapal maupun kerusakan teknis lainnya.
Paijan menyebutkan fasilitas tersebut sangat membantu nelayan setempat.
Sebelum adanya bengkel perahu di Poncosari, nelayan biasanya harus membawa mesin kapal yang rusak hingga ke Cilacap untuk diperbaiki. Jarak yang cukup jauh membuat proses perbaikan memerlukan waktu dan biaya lebih besar.
“Sekarang sudah ada bengkel perahu di sini,” ujarnya.
Kawasan KNMP juga menyediakan shelter perbaikan jaring yang dapat digunakan nelayan untuk memperbaiki alat tangkap secara lebih terorganisasi.
Selain itu, tersedia pula kios perbekalan yang menyediakan berbagai kebutuhan melaut serta kebutuhan sehari-hari bagi keluarga nelayan.
Dengan adanya fasilitas tersebut, aktivitas ekonomi di kawasan nelayan diharapkan dapat berjalan lebih efisien.
Menteri Kelautan dan Perikanan Tinjau Pembangunan
Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia, Sakti Wahyu Trenggono, meninjau langsung pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari pada Rabu (4/3/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peninjauan proyek KNMP di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.
“Ini bagian dari rangkaian untuk mengecek seluruh pembangunan KNMP mulai dari Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, lalu Jawa Timur dan sekarang masuk ke DIY. Besok pagi saya ke Jawa Tengah,” kata Trenggono.
Ia menilai perkembangan pembangunan kawasan tersebut sudah cukup signifikan dibandingkan saat kunjungan sebelumnya pada Januari 2026.
Saat kunjungan sebelumnya, ia sempat memberikan sejumlah catatan kepada pelaksana proyek agar fasilitas yang dibangun benar-benar sesuai dengan kebutuhan nelayan.
Menurutnya, sebagian besar pembangunan fasilitas kini telah selesai.
Ia juga menyoroti keberadaan pabrik es yang dinilai sangat penting bagi aktivitas nelayan.
“Pabrik es yang selama ini mereka sulit, sekarang sudah ada di sini bahkan jauh lebih bagus,” ujarnya.
Pemerintah Siapkan Skema Pemasaran
Selain menyediakan fasilitas fisik, pemerintah juga menyiapkan sistem pemasaran bagi hasil tangkapan nelayan.
Trenggono mengatakan pemerintah telah bekerja sama dengan sejumlah offtaker untuk menyerap hasil tangkapan ikan dari kawasan KNMP Poncosari.
Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu nelayan menjual hasil tangkapan dengan lebih stabil.
Dengan adanya jaringan pemasaran yang jelas, pendapatan nelayan diharapkan dapat meningkat.
Usulan Pembangunan SPBN Nelayan
Meski berbagai fasilitas telah tersedia, nelayan Poncosari masih menyampaikan kebutuhan tambahan berupa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN).
Menurut Trenggono, kebutuhan tersebut memang relevan dengan aktivitas nelayan yang bergantung pada bahan bakar saat melaut.
“SPBN memang penting dan sudah menjadi bahan yang dipikirkan ke depannya,” jelasnya.
Selain pembangunan SPBN, pemerintah juga mempertimbangkan skema asuransi nelayan yang lebih berkelanjutan.
Ia menilai profesi nelayan memiliki risiko kerja yang tinggi sehingga perlindungan asuransi menjadi hal penting.
Namun demikian, pemerintah akan merancang sistem perlindungan yang tetap mendorong kemandirian ekonomi nelayan.
Dukungan DPR terhadap Pembangunan Kawasan Nelayan
Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, yang turut hadir dalam peninjauan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih Poncosari.
Ia menilai kawasan tersebut telah menyediakan fasilitas yang lebih modern bagi nelayan di pesisir selatan Bantul.
“Sudah kami cek. Ini modern dan bagus sekali. Mudah-mudahan pastinya bermanfaat untuk para nelayan di pesisir selatan Bantul,” ujarnya.
Ia juga menyatakan kesiapan untuk membahas kebutuhan tambahan fasilitas, termasuk kemungkinan pembangunan SPBN nelayan di kawasan tersebut.
Menurutnya, dukungan infrastruktur yang memadai dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
Saat ini kawasan KNMP Poncosari mulai difungsikan sebagai pusat aktivitas perikanan di wilayah tersebut, sementara pemerintah masih mengevaluasi kebutuhan fasilitas tambahan yang diperlukan nelayan.