
KabarJawa.com — Jemaah Masjid Aolia di Kabupaten Gunungkidul memastikan akan mengikuti keputusan resmi pemerintah dalam menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah.
Keputusan ini mengakhiri perbedaan awal puasa yang dalam beberapa tahun terakhir terjadi antara jemaah tersebut dan pemerintah.
Sebelumnya, Jemaah Aolia kerap memulai ibadah puasa lebih awal dibandingkan ketetapan pemerintah maupun organisasi Islam lain.
Tahun ini, jemaah tersebut menyatakan akan berpuasa serentak sesuai keputusan pemerintah melalui Kementerian Agama.
Komitmen Disampaikan ke Kemenag
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul, Mukhotib, menyampaikan bahwa pimpinan Jemaah Aolia, Kiai Haji Raden Ibnu Hajar Sholeh Pranowo atau Mbah Benu, telah menyatakan komitmennya untuk mengikuti keputusan pemerintah.
“Beliau sudah menyatakan tidak mau lagi berkecimpung dalam dialog perbedaan itu,” ujar Mukhotib, Minggu (15/2).
Menurut Mukhotib, kesepakatan tersebut telah terjalin sejak satu tahun lalu.
Ia memastikan Jemaah Aolia akan mengikuti keputusan Menteri Agama terkait awal Ramadan 1447 H dan tidak lagi mengambil langkah berbeda seperti sebelumnya.
Pemerintah Tunggu Sidang Isbat
Di sisi lain, Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih telah menetapkan awal Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari.
Pemerintah tetap menunggu hasil Sidang Isbat sebelum menetapkan 1 Ramadan secara nasional.
Mukhotib menegaskan bahwa Kementerian Agama tidak dapat mendahului keputusan tersebut.
“Kita tidak bisa mendahului. Keputusan sidang adalah hasil musyawarah yang ditetapkan negara untuk dijalankan bersama. Regulasinya sudah jelas, kita tunggu tanggal 18,” tegasnya.
Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat dalam Sidang Isbat guna menentukan awal bulan Hijriah secara nasional.
Imbauan Jaga Persatuan
Mukhotib mengimbau umat Islam untuk tidak menjadikan perbedaan metode penentuan awal Ramadan sebagai sumber perpecahan.
Ia menilai perbedaan hisab dan rukyat merupakan bagian dari dinamika yang perlu disikapi secara bijak.
“Jalankan dengan senang dan nilai agama yang baik,” ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Mbah Benu belum memberikan pernyataan resmi kepada media terkait awal Ramadan 1447 H.
Namun, Kemenag Gunungkidul memastikan Jemaah Aolia akan mengikuti keputusan pemerintah.
Publik kini menantikan hasil Sidang Isbat yang akan menjadi penentu resmi dimulainya ibadah puasa Ramadan 1447 Hijriah di Indonesia.