
KabarJawa.com – KAI Daop 6 Yogyakarta resmi menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan sejumlah perjalanan kereta api akibat penanganan operasional KA Purwojaya di Kedunggedeh, wilayah Daop 1 Jakarta.
Peristiwa gangguan operasional tersebut sempat menghambat jalur hulu dan hilir di titik Kedunggedeh. Meskipun petugas KAI bergerak cepat, efek domino dari gangguan itu dirasakan hingga ke wilayah Daop 6 yang meliputi Yogyakarta dan Solo. Sejumlah kereta keberangkatan mengalami keterlambatan beruntun.
KAI memastikan bahwa jalur di lokasi gangguan sudah dapat dilalui kembali. Proses normalisasi perjalanan terus dioptimalkan agar seluruh perjalanan bisa kembali sesuai jadwal. Di sisi lain, penanganan terhadap penumpang terdampak menjadi prioritas utama perusahaan.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menyampaikan permohonan maaf resmi kepada seluruh pelanggan yang terkena dampak. Ia menegaskan bahwa keterlambatan ini merupakan efek berantai dari proses penanganan KA Purwojaya di wilayah Daop 1.
“Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. KAI Daop 6 telah memberikan service recovery kepada penumpang yang terdampak, sesuai aturan yang berlaku,” ujar Feni.
KAI juga menegaskan komitmennya untuk tetap mengutamakan keselamatan dan keamanan penumpang selama proses pemulihan berlangsung. Seluruh tindakan yang diambil telah mempertimbangkan faktor keamanan dan kenyamanan pelanggan.
Daftar Kereta Terdampak dan Layanan Pemulihan
Sedikitnya empat kereta keberangkatan dari wilayah Daop 6 mengalami keterlambatan pada Minggu, 26 Oktober 2025. Berikut daftar lengkapnya:
- KA 103 Bogowonto, relasi Lempuyangan – Pasarsenen
- KA 109 Fajar Utama YK, relasi Yogyakarta – Pasarsenen
- KA 13 Argo Lawu, relasi Solobalapan – Gambir
- KA 75 Mataram, relasi Solobalapan – Pasarsenen
Keempat kereta tersebut mengalami keterlambatan karena rangkaian perjalanan sebelumnya terimbas gangguan di jalur utama lintas barat.
KAI Daop 6 juga membuka layanan refund penuh 100 persen bagi penumpang yang memilih tidak melanjutkan perjalanan. Pengembalian bea dapat dilakukan di seluruh loket stasiun maupun melalui Contact Center KAI121. Selain itu, petugas layanan pelanggan disiagakan di berbagai stasiun utama untuk memberikan pendampingan langsung kepada penumpang.
Feni menambahkan bahwa informasi keterlambatan disampaikan kepada penumpang melalui SMS dan WhatsApp blast agar pelanggan mendapatkan pembaruan secara real-time tanpa harus menunggu di peron.
“Kami memastikan setiap penumpang mendapatkan haknya. Petugas kami di lapangan terus berkoordinasi agar setiap penumpang memperoleh solusi terbaik,” tambah Feni.
Meski keterlambatan ini terjadi di luar kendali Daop 6, KAI menegaskan pihaknya tetap berkomitmen menjaga pelayanan prima dan memastikan seluruh rangkaian perjalanan kembali lancar. Koordinasi lintas daerah operasi dilakukan intensif untuk mempercepat pemulihan.
“KAI Daop 6 tetap berkomitmen mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan pelayanan prima. Kami terus berkoordinasi dengan unit kerja dan daerah operasi lain untuk memulihkan kondisi secara optimal,” tutup Feni.
KAI juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum terverifikasi di media sosial.
Pembaruan resmi terkait perjalanan KA menuju dan dari wilayah Daop 6 Yogyakarta akan disampaikan langsung melalui kanal resmi KAI dan Contact Center KAI121.
Keterlambatan yang terjadi menjadi pengingat betapa kompleksnya sistem perkeretaapian nasional yang saling terhubung antar-daerah operasi.
Namun di balik situasi tersebut, terlihat jelas komitmen KAI menjaga kepercayaan publik dengan kecepatan tanggap, transparansi informasi, dan pelayanan penuh empati terhadap penumpang yang terdampak.