
KabarJawa.com– PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 6 Yogyakarta menutup tahun 2025 dengan catatan kinerja gemilang.
Sepanjang Januari hingga Desember 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta melayani 13.237.552 penumpang Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ), sebuah angka yang mencerminkan tingginya kepercayaan publik terhadap layanan transportasi berbasis rel.
Data tersebut menunjukkan bahwa 6.625.950 penumpang memulai perjalanan mereka dari berbagai stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta, sementara 6.611.602 penumpang lainnya tiba dan mengakhiri perjalanan di kawasan ini.
Pergerakan masif ini tidak hanya mencerminkan dinamika perjalanan antarkota, tetapi juga menggambarkan peran strategis Yogyakarta sebagai simpul mobilitas nasional.
Lonjakan Penumpang KA Jarak Jauh
Desember Jadi Bulan Puncak, Libur Panjang Dorong Lonjakan Penumpang
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat puncak volume penumpang tertinggi pada Desember 2025.
Pada bulan tersebut, layanan kereta api jarak jauh mengangkut 1.315.208 penumpang, yang terdiri atas 669.409 penumpang berangkat dan 681.799 penumpang tiba.
Manager Humas KAI Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menjelaskan bahwa lonjakan ini terjadi karena masyarakat memanfaatkan momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru 2025.
Aktivitas tersebut mendorong pergerakan penumpang secara signifikan di berbagai stasiun utama Daop 6.
“Momentum libur akhir tahun selalu menjadi periode krusial bagi layanan kereta api. Kami melihat antusiasme masyarakat yang sangat tinggi untuk menggunakan kereta api sebagai moda transportasi utama,” ujar Feni.
Selain Desember, Daop 6 Yogyakarta juga mencatat lonjakan penumpang signifikan pada bulan Juli 2025 dengan total 1.339.279 penumpang. Lalu, bulan Juni 2025 mencapai 1.283.724 penumpang.
Kedua periode tersebut bertepatan dengan masa libur sekolah dan libur panjang nasional, yang secara konsisten mendorong peningkatan mobilitas masyarakat.
Feni menegaskan bahwa tren ini memperlihatkan pola perjalanan tahunan yang stabil, sekaligus menunjukkan kesiapan KAI Daop 6 dalam mengelola lonjakan penumpang pada periode padat.
Menurut Feni, tingginya volume penumpang sepanjang 2025 menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin mempercayai kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu.
“Tingginya jumlah penumpang ini membuktikan bahwa layanan kereta api tetap menjadi tulang punggung mobilitas masyarakat. Kami terus memastikan pelayanan berjalan prima, baik dari sisi keselamatan, ketepatan waktu, maupun kenyamanan pelanggan,” tegasnya.
Tumbuh 3 Persen Dibanding Tahun 2024
Capaian tahun 2025 juga menunjukkan pertumbuhan positif daripada tahun sebelumnya. Pada tahun 2024, KAI Daop 6 Yogyakarta melayani total 12.855.087 penumpang naik dan turun.
Capaian itu terdiri dari 6.426.235 penumpang berangkat dan 6.428.852 penumpang tiba. Dengan demikian, Daop 6 mencatat pertumbuhan sekitar 3 persen pada tahun 2025.
Pada tahun 2024, volume penumpang tertinggi juga terjadi pada bulan Desember dengan total 1.271.467 penumpang.
Kemudian bulan Juli mencapai 1.236.234 penumpang, serta bulan April mencapai 1.229.810 penumpang.
Pola ini menunjukkan konsistensi pertumbuhan sekaligus daya tarik transportasi kereta api yang terus terjaga.
Feni menegaskan bahwa tren positif ini tidak lepas dari keunggulan transportasi kereta api, dari keselamatan, keamanan, kenyamanan, hingga kualitas pelayanan.
KAI Daop 6 Yogyakarta secara aktif mengembangkan layanan berbasis digital, meningkatkan standar keselamatan di stasiun dan sepanjang jalur rel, serta memperkuat koordinasi operasional demi kelancaran perjalanan penumpang.
“Berbagai upaya terus kami lakukan untuk mengoptimalkan pelayanan dan memastikan perjalanan yang selamat serta nyaman bagi seluruh pelanggan,” tutup Feni.
Dengan capaian lebih dari 13 juta penumpang KA jarak jauh sepanjang 2025, KAI Daop 6 Yogyakarta menegaskan komitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu. (ef linangkung)