
KABARJAWA – Kabar duka menyelimuti keluarga besar Slamet Nugroho di Padukuhan Mulusan, Kalurahan Mulusan, Kapanewon Paliyan, Gunungkidul.
Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal daerah ini meninggal dunia di Taiwan karena sakit. Jenazahnya dijadwalkan tiba di Indonesia pada malam ini, Sabtu, 12 Juli 2025.
Pihak Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) memastikan akan mendampingi secara langsung seluruh proses pemulangan jenazah. Perwakilan BP3MI, Desy Handayani, mengonfirmasi waktu kedatangan almarhum.
“Jenazah akan tiba pukul 19.04 WIB di Bandara Soekarno-Hatta. Kami dari BP3MI akan mendampingi proses penerimaan hingga jenazah diberangkatkan menuju rumah duka,” ujar Desy saat dikonfirmasi Sabtu, 12 Juli 2025.
Desy menegaskan bahwa seluruh proses pemulangan akan dipastikan berjalan lancar hingga jenazah tiba di kampung halaman. Pihaknya telah menyiapkan ambulans untuk membawa jenazah Slamet Nugroho ke Gunungkidul melalui jalur darat.
“Estimasi sampai di rumah duka adalah Minggu (13/7) dini hari atau pagi hari, tergantung kondisi perjalanan,” tambahnya.
Pemerintah Daerah Terus Pantau Proses Pemulangan
Kepala Bidang Tenaga Kerja Dinas Perindustrian, Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto, mengatakan bahwa pihaknya telah menerima informasi resmi dari Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI).
“Informasi dari KDEI, jenazah Slamet hari ini diterbangkan dari Taiwan. Setibanya di Jakarta, langsung diberangkatkan ke Gunungkidul menggunakan ambulans,” tegas Nanang.
Tim KDEI di Taiwan telah menemui pihak majikan almarhum Slamet dan mengurus seluruh proses administrasi pemulangan jenazah. Pemerintah memastikan akan terus memantau hingga jenazah tiba dengan selamat di rumah duka.
“Informasi mengenai sektor kerjanya belum kami terima secara rinci,” pungkasnya.
Di rumah duka, keluarga besar Slamet Nugroho kini menunggu dengan hati pilu. Segala persiapan telah dilakukan untuk menyambut kedatangan jenazah putra tercinta mereka.
Tangis haru dan doa terus mengiringi penantian ini, sementara tetangga dan kerabat mulai berdatangan untuk memberikan dukungan moral bagi keluarga yang ditinggalkan.