
KABARJAWA – Suasana stasiun di wilayah Daop 6 Yogyakarta pada Minggu (7/9/2025) berubah menjadi lautan manusia. Ribuan penumpang berdesakan dengan koper dan tas di tangan, menunggu giliran untuk berangkat atau baru saja tiba.
Data resmi KAI Daop 6 mencatat, total 51.994 penumpang naik dan turun sepanjang hari terakhir long weekend Maulid Nabi Muhammad SAW.
Manager Humas Daop 6 Yogyakarta, Feni Novida Saragih, menegaskan jumlah itu terdiri dari 30.196 penumpang berangkat dan 21.798 penumpang datang. Angka tersebut terus bergerak karena pemesanan tiket masih berlangsung hingga tengah malam.
“Kami mencatat lonjakan signifikan. Hingga pagi ini, arus penumpang terus berdatangan,” ujar Feni.
Penumpang Memadati Stasiun Utama
Pantauan data pada Minggu (7/9) pukul 07.00 WIB menunjukkan lonjakan besar di beberapa stasiun utama:
- Stasiun Yogyakarta mencatat 14.609 penumpang berangkat dan 8.332 penumpang datang.
- Stasiun Lempuyangan mengirim 6.124 penumpang dan menerima 4.325 penumpang.
- Stasiun Solo Balapan melepas 5.190 penumpang dan menyambut 5.187 penumpang.
Gelombang manusia yang hilir-mudik di peron memperlihatkan denyut nadi transportasi yang tak pernah berhenti. Petugas stasiun bekerja ekstra keras mengatur arus masuk dan keluar, sementara suara pengeras mengumandangkan jadwal keberangkatan tanpa henti.
Lonjakan 11 Persen Dibanding Pekan Lalu
Feni menegaskan, jumlah ini meningkat 11 persen dibandingkan Minggu sebelumnya yang hanya mencatat 46.832 penumpang.
“Masyarakat memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, lalu kembali ke daerah asal setelah beraktivitas di Yogyakarta dan sekitarnya,” tegasnya.
Peningkatan tersebut mencerminkan Yogyakarta dan Solo masih menjadi magnet wisata dan pusat kegiatan keluarga selama libur Maulid Nabi. Para penumpang membawa serta cerita perjalanan, oleh-oleh, hingga kenangan berharga dari kota budaya ini.
Di tengah padatnya arus balik, Feni mengimbau masyarakat agar menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang memilih kereta api sebagai moda transportasi utama. Kami meminta penumpang datang lebih awal ke stasiun, menjaga barang bawaan, serta selalu mematuhi aturan perjalanan,” ujarnya penuh penekanan.
KAI juga menegaskan komitmennya untuk menjaga perjalanan tetap aman, nyaman, dan tepat waktu. Seluruh petugas dikerahkan untuk memastikan setiap penumpang mendapatkan pelayanan terbaik, meski volume perjalanan memuncak.