
KabarJawa.com– Hari pertama tahun 2026 langsung menghadirkan ujian kesabaran bagi ribuan wisatawan yang memilih mengawali pergantian tahun di kawasan Pantai Selatan Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Sejak Kamis pagi (1/1/2026), kemacetan panjang menyelimuti jalur wisata pantai Gunungkidul, menciptakan antrean kendaraan yang mengular dan nyaris tak bergerak selama berjam-jam.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan mulai tersendat sejak wisatawan memasuki Pos Retribusi utama Pantai Baron.
Kemacetan di Jalur Wisata Pantai Gunungkidul
Barisan mobil pribadi, bus pariwisata, hingga kendaraan roda dua saling berdesakan, menandai lonjakan besar jumlah pengunjung pada libur Tahun Baru.
Kemacetan semakin memuncak ketika kendaraan mendekati simpang tiga menuju Pantai Drini. Di titik inilah arus lalu lintas benar-benar tersumbat.
Antrean kendaraan membentang lebih dari tiga kilometer, baik dari arah barat maupun dari arah timur simpang tiga Pantai Drini. Wisatawan dari berbagai daerah memenuhi jalur sempit yang menjadi akses utama menuju deretan pantai favorit di Gunungkidul.
Bus-bus besar tampak berhenti total, sementara mobil pribadi bergerak perlahan seperti merayap. Klakson kendaraan sesekali terdengar memecah panasnya udara siang, menambah ketegangan di antara para pengendara yang terjebak kemacetan.
Kapolsek Tanjungsari, AKP Agus Fitriyatna, langsung turun ke lokasi untuk memantau kondisi arus lalu lintas. Ia mengakui bahwa lonjakan kendaraan terjadi sesuai dengan prediksi pihak kepolisian.
“Situasi arus wisata di kawasan pantai terjadi kepadatan yang cukup panjang. Seperti perkiraan, semuanya terfokus ke arah Pantai Drini,” ujar Agus saat ditemui di simpang tiga Pantai Drini, Kamis (1/1/2026).
Melihat kepadatan yang terus meningkat, aparat kepolisian bersama petugas terkait segera menerapkan rekayasa lalu lintas di jalur utama Pantai Selatan Gunungkidul.
Langkah ini bertujuan mengurai kemacetan sekaligus mencegah penumpukan kendaraan di titik rawan.
Agus menjelaskan bahwa petugas mengarahkan seluruh kendaraan yang hendak menuju kawasan Pantai Drini agar masuk melalui jalur timur. Sementara itu, kendaraan yang datang dari arah barat harus memutar balik di rest area timur simpang tiga Pantai Drini.
“Masuk dari arah timur semua, supaya tidak terjadi crowded di simpang tiganya,” jelas Agus dengan tegas.
Ia menambahkan bahwa penerapan rekayasa lalu lintas tersebut bersifat situasional dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
“Kami menyesuaikan sesuai kepadatan antrean kendaraan,” katanya.
Puncak Kepadatan
Menurut Agus, puncak kepadatan wisatawan di kawasan pantai Gunungkidul memang terjadi pada hari pertama tahun baru. Sejak pagi hari, arus kendaraan sudah menunjukkan peningkatan signifikan.
“Soalnya dari tadi pagi kendaraan sudah mulai banyak,” tutupnya.
Kemacetan panjang itu turut dirasakan langsung oleh para wisatawan. Dani, wisatawan asal Temanggung, mengaku harus bersabar sejak memasuki kawasan pantai.
“Sudah dari jam 10.00 WIB tadi masuk pos, sekitar satu jam lebih belum sampai pantai. Mau ke Pantai Drini,” ungkap Dani sambil tetap menatap antrean kendaraan di depannya.
Meski perjalanan terasa melelahkan dan waktu tempuh membengkak drastis, semangat wisatawan untuk menikmati keindahan pantai Gunungkidul tidak surut.
Regi, wisatawan lainnya, memilih tetap melanjutkan perjalanan meski harus berjam-jam terjebak kemacetan.
“Ya gimana lagi, sekalian mumpung di Jogja,” katanya singkat. (ef linangkung)