
KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Bantul kembali mencatatkan capaian gemilang dalam sektor pariwisata.
Data terbaru menunjukkan bahwa selama Juli 2025, sebanyak 202.262 wisatawan mengunjungi Bantul, menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp2.929.239.000.
Angka ini tidak hanya menggambarkan tingginya animo wisatawan, tetapi juga mempertegas peran vital event internasional sebagai motor penggerak utama kebangkitan pariwisata lokal.
PAD Bantul
Markus Purnomo Adi, Sub Koordinator Kelompok Substansi Promosi Dinas Pariwisata Kabupaten Bantul, menegaskan bahwa pemerintah daerah berhasil menarik perhatian publik lewat promosi intensif dan penyelenggaraan event berskala internasional.
Ia menyebutkan bahwa dampak event berskala besar mampu membanjiri destinasi unggulan Bantul dengan wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Kami terus menggelar event berkualitas dan melibatkan banyak pihak. Kami ingin menjadikan Bantul sebagai tuan rumah event berkelas dunia agar kunjungan wisatawan terus meningkat,” ujar Markus penuh optimisme.
Kepala Dinas Pariwisata mencatat bahwa hingga akhir Juli 2025, Bantul telah menerima 1.183.497 wisatawan dengan total PAD sebesar Rp17.134.711.500.
Jumlah ini berarti pemerintah telah merealisasikan 34,96 persen dari target PAD tahun 2025 sebesar Rp49.013.473.000.
Kendati belum mencapai separuh target, capaian ini sudah tergolong signifikan mengingat pariwisata Bantul baru sepenuhnya pulih dari tekanan pandemi beberapa tahun terakhir.
“Kami tidak puas hanya dengan angka. Kami ingin terus menumbuhkan pengalaman berwisata yang berkesan dan berkelas, agar pengunjung tidak hanya datang sekali,” tambah Markus.
Event Internasional
Dinas Pariwisata Bantul menyebutkan bahwa lonjakan pengunjung sepanjang Juli berkaitan erat dengan penyelenggaraan event internasional yang menyedot perhatian luas seperti Jogja International Kite Festival (JIKF) ataupun event lain.
Event-event ini tidak hanya meningkatkan arus kunjungan ke objek-objek wisata utama seperti Pantai Parangtritis, Mangunan, dan Goa Cemara, tetapi juga menggairahkan ekonomi lokal.
Pelaku UMKM, jasa transportasi, perhotelan, hingga pemandu wisata mengaku merasakan dampak langsung dari lonjakan kunjungan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Bantul sengaja menargetkan sinergi antara sektor hiburan, ekonomi kreatif, dan promosi wisata untuk mendorong pertumbuhan PAD secara progresif.
Meski masih harus mengejar sekitar 65 persen sisa target PAD tahun ini, Dinas Pariwisata tetap optimis. Markus menyatakan bahwa sisa bulan di semester kedua akan diisi dengan berbagai agenda pariwisata besar dan promosi digital yang lebih masif.
Pemkab Bantul juga memperkuat kerja sama dengan komunitas, pelaku wisata, dan sektor swasta untuk menyusun strategi pencapaian target secara kolaboratif.
“Kami akan terus bekerja keras. Capaian 17 miliar hingga Juli bukan titik akhir, tapi pemantik untuk gas pol sampai akhir tahun,” tegas Markus.
Di luar pantai, Bantul juga memperkuat citranya sebagai kabupaten dengan ragam wisata edukatif, kreatif, dan budaya.
Lokasi seperti Desa Wisata Tembi, Sentra Batik Giriloyo, dan berbagai spot selfie kekinian di Imogiri dan Dlingo mulai mendominasi daftar kunjungan keluarga dan milenial.
Pemerintah mengandalkan kekuatan lokal tersebut untuk membangun pariwisata yang tahan guncangan ekonomi global. (ef linangkung)