DPRD Gunungkidul Cermati Rencana Penggabungan Dua Dinas Besar, Ini Alasannya

Bagikan :
DPRD Gunungkidul soroti wacana penggabungan Dispora dan DPKH. (Ist)

KABARJAWA – Rencana Pemerintah Kabupaten Gunungkidul untuk merampingkan struktur birokrasi dengan menggabungkan dua dinas besar tengah menjadi sorotan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Kelembagaan, muncul usulan untuk melebur Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) ke Dinas Pariwisata, serta Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) ke Dinas Pertanian dan Pangan.

Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Gunungkidul, Ery Agustin, mengonfirmasi bahwa rencana ini tengah dikaji oleh Panitia Khusus (Pansus) Kelembagaan DPRD.

Kajian tersebut merujuk langsung pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) yang menjadi acuan dalam penyesuaian struktur organisasi tata kerja (SOTK) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

“Dalam paparan tim penyusun Raperda beberapa waktu lalu, ada dua OPD yang kemungkinan besar akan digabung. Dispora akan dilebur ke Dinas Pariwisata, sementara DPKH digabung ke Dinas Pertanian dan Pangan,” jelas Ery saat ditemui di Gedung DPRD Gunungkidul, Senin, 2 Juni 2025.

Pertimbangan Historis dan Strategis

Namun, Ery menegaskan bahwa usulan penggabungan ini masih dalam tahap pembahasan awal dan belum bersifat final. Menurutnya, masih banyak hal yang harus dipertimbangkan, terutama menyangkut aspek historis dan strategis dari masing-masing dinas yang akan dilebur.

Baca juga  Tempat Wisata di Jogja yang Bisa Bikin Galeri HP Kamu Penuh Foto Keren Buat Feed Instagram

“Apalagi DPKH dulu dipisah dari Dinas Pertanian karena Gunungkidul dikenal sebagai lumbung peternakan. Ada nilai historis yang tidak bisa diabaikan begitu saja,” tegas Ery.

DPRD juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Gunungkidul lebih cermat dalam mengkaji dampak penggabungan organisasi perangkat daerah (OPD), khususnya terhadap pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Ery, efisiensi birokrasi memang penting, namun tidak boleh mengorbankan efektivitas fungsi kelembagaan yang selama ini sudah berjalan.

“Jangan sampai penggabungan justru membuat pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih lambat atau tidak fokus,” imbuhnya.

Tahapan Pembahasan Masih Berlangsung

Rencana peleburan OPD ini masih menunggu pembahasan lebih lanjut di tingkat pansus sebelum Raperda Kelembagaan ditetapkan menjadi Peraturan Daerah (Perda). Keputusan akhir baru akan diambil setelah semua masukan, baik dari legislatif maupun masyarakat, dikaji secara menyeluruh.

Bapemperda berharap agar proses pembahasan ini tidak hanya mempertimbangkan aspek efisiensi anggaran, tetapi juga dampaknya terhadap kualitas pelayanan dan identitas daerah. DPKH selama ini menjadi simbol penting karena Gunungkidul punya kontribusi besar di sektor peternakan.

Baca juga  Kronologi Lengkap Kegiatan Outbond Pramuka di Gunungkidul Berakhir Duka, Siswa Kelas 2 SD Tenggelam di Sungai Kamal

“Jangan sampai identitas itu hilang hanya karena alasan efisiensi,” pungkas Ery.

Jika disahkan, perubahan ini akan menjadi salah satu langkah strategis dalam restrukturisasi pemerintahan di Gunungkidul yang ditujukan untuk menghadapi tantangan pembangunan ke depan.

Pemkab: Reformasi Birokrasi Demi Pemerintahan Adaptif

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Joko Parwoto, menjelaskan bahwa penggabungan OPD merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk menciptakan pemerintahan yang adaptif, dinamis, dan efisien.

Ia menyampaikan hal tersebut dalam nota pengantar saat membacakan pengajuan tiga Raperda kepada DPRD beberapa waktu lalu.

“Ini bagian dari upaya menciptakan pemerintahan yang adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman, serta mendorong pelayanan publik yang lebih efektif dan efisien,” ujar Joko.

Menurutnya, seiring berkembangnya kebutuhan masyarakat dan dinamika pembangunan daerah, struktur kelembagaan pemerintah juga perlu menyesuaikan diri agar tidak tertinggal.

Joko menyebut, penggabungan dinas-dinas tersebut dapat memperkuat koordinasi antarbidang yang beririsan, seperti pariwisata dan olahraga, serta pertanian dan peternakan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya