
KabarJawa.com— Hujan deras beserta angin kencang menerjang Kabupaten Bantul pada Kamis siang dan memicu bencana pohon tumbang di berbagai wilayah.
Peristiwa cuaca ekstrem tersebut menyebabkan puluhan pohon roboh, merusak rumah warga, kendaraan, jaringan listrik, serta mengganggu akses jalan dan fasilitas umum.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bantul mencatat sebanyak 25 titik kejadian pohon tumbang hingga Kamis pukul 13.45 WIB.
Data tersebut masuk melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Bantul dan masih bersifat sementara karena proses pendataan terus berlangsung di lapangan.
Cuaca Ekstrem Bantul
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, dan Peralatan BPBD Bantul, Antoni Hutagaol, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem menjadi pemicu utama kejadian tersebut.
Ia menyatakan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dan hembusan angin kencang memperlemah struktur perakaran pohon sehingga banyak pohon tidak mampu bertahan.
“Angin kencang dan hujan deras menyebabkan pohon-pohon tumbang hampir secara bersamaan di beberapa wilayah. Tim kami langsung bergerak melakukan penanganan darurat dan asesmen di lokasi kejadian,” kata Antoni Hutagaol.
BPBD Bantul melaporkan bahwa Kapanewon Banguntapan menjadi wilayah dengan dampak terparah. Petugas mencatat 16 titik pohon tumbang di wilayah tersebut.
Selain itu, kejadian serupa juga melanda Kapanewon Kasihan dengan 3 titik, Kapanewon Kretek dengan 2 titik, serta masing-masing 1 titik di Kapanewon Sedayu, Bantul, Sanden, dan Pleret.
Pohon-pohon yang tumbang menimpa berbagai objek vital. BPBD Bantul mencatat empat rumah warga mengalami kerusakan, sementara satu unit mobil dan empat unit sepeda motor tertimpa batang dan dahan pohon.
Selain itu, sebuah warung atau tempat usaha, jaringan listrik, serta fasilitas umum berupa kompleks Masjid Mataram turut terdampak kejadian tersebut. Di sejumlah lokasi, pohon tumbang menutup akses jalan dan sempat menghambat arus lalu lintas warga.
Penanganan Dampak
Petugas gabungan segera melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon guna memulihkan mobilitas masyarakat dan mencegah risiko lanjutan.
BPBD Bantul mengerahkan berbagai unsur dalam penanganan bencana ini. Tim gabungan yang terlibat meliputi BPBD Bantul, TNI, POLRI, PLN Bantul, Tagana Bantul, PMI Bantul, FPRB Kalurahan, relawan, komunitas, lembaga terkait, serta warga setempat.
Seluruh unsur bekerja secara terpadu untuk melakukan evakuasi, penanganan darurat, serta pendataan kerusakan.
Antoni Hutagaol menegaskan bahwa proses penanganan dan asesmen masih terus berjalan. Ia menyebutkan bahwa petugas fokus memastikan keselamatan warga, memulihkan akses jalan, serta mengantisipasi potensi bahaya lanjutan akibat cuaca yang masih tidak menentu.
“Saat ini tim masih melakukan penanganan di lapangan dan mendata dampak secara menyeluruh. Data yang kami sampaikan bersifat sementara dan dapat berubah sesuai perkembangan terbaru,” ujarnya.
BPBD Bantul juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang tinggal di sekitar pohon besar, jalur rawan angin, serta jaringan listrik.
Masyarakat harus segera melapor ke Pusdalops BPBD Bantul apabila menemukan potensi bahaya atau kejadian serupa.
BPBD Bantul membuka layanan informasi dan pengaduan melalui salurn berikut.
- Pusdalops PB BPBD Bantul di nomor (0274) 6462100
- WhatsApp (0274) 6462100
- Kanal resmi media sosialL Instagram @bpbdbantul, TikTok BPBD Bantul
- Situs web https://bpbd.bantulkab.go.id
BPBD Bantul menegaskan komitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Melalui sinergi seluruh pihak dan kesiapsiagaan warga, BPBD Bantul berupaya meminimalkan risiko serta memastikan keselamatan masyarakat. (ef linangkung)