Cuaca Ekstrem Melanda Gunungkidul, Tebing Setinggi 12 Meter dan Panjang 35 Meter Longsor Tutup Akses Warga Gedangsari

Bagikan :
Longsor tebing 12 meter tutup akses warga Krinjing, Gedangsari, Gunungkidul. (Eln)

KabarJawa.com – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kabupaten Gunungkidul sejak Senin (12/1/2026) memicu tanah longsor di Padukuhan Krinjing, Kalurahan Mertelu, Kapanewon Gedangsari.

Sebuah tebing setinggi 12 meter dengan panjang sekitar 35 meter dan ketebalan mencapai 6 meter runtuh, menutup total akses jalan utama penghubung antarpadukuhan.

Kronologi Kejadian Longsor

Material longsoran berupa tanah, pepohonan, dan batuan keras menimbun badan jalan yang menjadi jalur vital mobilitas warga.

Sekitar 90 persen material longsor berupa batu besar, dengan beberapa bongkahan berukuran raksasa masih berada di tengah jalan dan menghambat proses pembersihan.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gunungkidul, Edy Winarto, mengatakan tim BPBD segera melakukan pengecekan lokasi setelah menerima laporan dari warga. Penanganan awal dilakukan dengan membersihkan material longsor yang masih memungkinkan diangkat secara manual.

“Hari ini kami melakukan pengecekan sekaligus penanganan sementara dengan membersihkan material longsoran yang mudah dijangkau,” ujar Edy.

Dampak terhadap Aktivitas Warga

Jalan yang tertutup longsoran merupakan akses utama yang menghubungkan Padukuhan Krinjing dengan padukuhan lain serta menjadi jalur menuju pusat pemerintahan Kalurahan Mertelu.

Baca juga  Liburan Seru di Kalibiru Jogja untuk Mengatasi Rasa Cemas dan Overthinking

Di wilayah tersebut terdapat sekitar 120 kepala keluarga yang menggantungkan aktivitas harian pada jalur tersebut.

Akibat tertutupnya akses, warga harus memutar melalui jalur lingkar dengan jarak tempuh lebih panjang. Kondisi ini berdampak pada kelancaran aktivitas ekonomi, pendidikan, dan akses layanan kesehatan.

Untuk membuka akses sementara, BPBD bersama warga melaksanakan kerja bakti darurat. Jalur sempit dibuka agar sepeda dan sepeda motor masih dapat melintas.

“Untuk sementara, kerja bakti kami lakukan agar akses jalan setidaknya bisa dilalui sepeda dan sepeda motor,” jelas Edy.

Kebutuhan Alat Berat dan Koordinasi Lintas Sektor

BPBD menilai penanganan longsor tidak dapat dilakukan secara manual sepenuhnya. Bongkahan batu besar yang menutup badan jalan memerlukan dukungan alat berat serta koordinasi dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

BPBD Gunungkidul saat ini terus berkoordinasi lintas sektor untuk menentukan metode penanganan, termasuk rencana penghancuran bongkahan batu sebelum dipindahkan dari lokasi.

“Kami membutuhkan penanganan lintas sektor. Pembersihan material secara manual tidak memungkinkan karena ukuran dan berat batu sangat besar,” tegas Edy.

Baca juga  Tebing Longsor di Jalan Baru Clongop Gedangsari, Beruntung Tak Ada Korban Jiwa

Selain penanganan fisik, BPBD juga menyalurkan bantuan logistik ke Kalurahan Mertelu untuk warga terdampak serta petugas dan masyarakat yang terlibat dalam kerja bakti.

Imbauan Kewaspadaan

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih berpotensi berlanjut, BPBD Gunungkidul mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan.

Warga diminta memantau informasi cuaca, membersihkan saluran drainase, memangkas dahan pohon yang rawan tumbang, serta mengenali karakteristik wilayah rawan longsor.

“Kenali potensi bencana di lingkungan sekitar dan lakukan langkah antisipasi sejak dini. Kami terus menggandeng berbagai pihak untuk edukasi, sosialisasi, dan mitigasi bencana agar risiko dapat diminimalkan,” kata Edy.

BPBD memastikan koordinasi penanganan longsor di Gedangsari terus dilakukan hingga akses jalan dapat kembali dibuka secara penuh.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya