
KABARJAWA – Bupati Sleman, Harda Kiswaya, kembali menegaskan komitmennya untuk memperkuat peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dalam sektor keuangan syariah.
Hal ini ia wujudkan melalui peluncuran Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU), serta perkenalan produk dan layanan terbaru dari PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Sleman Perseroda. Acara ini berlangsung di Pendopo Parasamya, Kantor Setda Kabupaten Sleman.
Menurut Harda Kiswaya, penguatan peran Bank Sleman Syariah sebagai LKSPWU akan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Ia memandang wakaf uang sebagai instrumen strategis yang mampu memperkuat pembangunan daerah.
Untuk itu, ia mengajak seluruh lapisan masyarakat mendukung pengelolaan wakaf uang secara optimal demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Direktur Utama Bank Sleman Syariah, Sehat Santosa, mengungkapkan bahwa institusinya kini menghadirkan inovasi dalam bentuk produk dan layanan baru.
Beberapa di antaranya adalah tabungan ukhuwah berhadiah, tabungan arisan berhadiah, pembiayaan kepemilikan emas, pembiayaan haji plus, layanan mobil kas keliling, hingga pembiayaan UMKM berbasis zakat, infak, sedekah, dan wakaf.
Pengelolaan Wakaf yang Profesional dan Berkelanjutan
Sehat Santosa menegaskan bahwa penetapan Bank Sleman Syariah sebagai LKSPWU telah mendapatkan legalitas melalui Surat Keputusan Menteri Agama RI Nomor 658 Tahun 2024. Ia menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan tersebut dan berkomitmen untuk mengelola wakaf uang dengan sebaik-baiknya.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk kesejahteraan umat,” ujarnya.
Bupati Sleman menilai bahwa pengangkatan Bank Sleman Syariah sebagai LKSPWU merupakan langkah strategis dalam percepatan pembangunan daerah.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan dana wakaf yang profesional dan akuntabel. Menurutnya, dana wakaf dapat digunakan untuk membiayai program pemberdayaan masyarakat, pendidikan, dan kesehatan yang berlandaskan prinsip syariah.
“Mari kita dukung optimalisasi pengelolaan wakaf uang. Saya yakin langkah ini akan memperkuat ekonomi daerah berbasis syariah dan menegakkan kesejahteraan umat di bumi Sleman tercinta ini,” tutur dia.
Wakil Bupati Sleman juga menyampaikan harapannya kepada masyarakat. Ia ingin masyarakat semakin percaya pada lembaga keuangan syariah milik daerah.
Ia menyambut baik produk berbasis wakaf yang diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menunaikan ibadah sekaligus mendukung pembangunan sosial dan ekonomi.
“Bank Sleman Syariah menyiapkan mobil kas keliling untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan memberikan layanan jemput bola bagi masyarakat,” tambah Wakil Bupati Sleman dengan nada penuh optimisme.
Melalui peluncuran LKSPWU dan produk-produk barunya, Bank Sleman Syariah menegaskan komitmennya sebagai BUMD yang mendukung visi Kabupaten Sleman sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah di Daerah Istimewa Yogyakarta.