
KABARJAWA – Bupati Bantul Abdul Halim Muslich mendorong pembentukan koperasi desa yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing tinggi. Ia menyambut beroperasinya Koperasi Merah Putih dengan penuh optimisme di Kabupaten Bantul. Ia menegaskan, koperasi desa wajib memanfaatkan teknologi digital modern untuk memperkuat ketahanan ekonomi warga.
Bupati Bantul meminta seluruh pengelola koperasi menumbuhkan semangat kolaborasi. Ia percaya, semangat kolaborasi akan menciptakan ekosistem koperasi desa yang kuat dan berkelanjutan. Ia juga menekankan pentingnya memperkuat peran koperasi dalam pembangunan ekonomi desa.
Menurutnya, koperasi akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan profesional dan penuh tanggung jawab.
Abdul Halim menyampaikan bahwa pembentukan Koperasi Merah Putih di Kabupaten Bantul merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Pemerintah Kabupaten Bantul berkomitmen penuh untuk menyukseskan program tersebut tanpa ragu sedikit pun.
Hingga 13 Juni 2025, seluruh kalurahan di Kabupaten Bantul telah membentuk Koperasi Desa (Kopdes). Totalnya mencapai 75 koperasi yang telah berdiri dan siap beroperasi. Fakta tersebut menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menumbuhkan perekonomian desa melalui koperasi.
Abdul Halim berharap Koperasi Merah Putih mampu menjangkau seluruh masyarakat desa sebagai anggota. Ia menegaskan tujuan utama koperasi adalah meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan para anggotanya. Ia mengingatkan para pengelola untuk menjaga akuntabilitas secara terbuka dan transparan.
“pengelolaan yang transparan akan menjaga kepercayaan antaranggota dan menciptakan koperasi yang sehat, ” tegas dia.
Selain itu, Bupati Bantul menyoroti pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan koperasi. Ia menyebut digitalisasi membawa dua manfaat utama. Pertama, digitalisasi menjamin efektivitas dan efisiensi seluruh aktivitas bisnis koperasi.
Kedua, digitalisasi menciptakan sistem akuntabilitas yang dapat diterima seluruh anggota. Dengan demikian, anggota koperasi dapat melihat dan memahami setiap kegiatan bisnis koperasi secara transparan. Kepercayaan terhadap pengurus akan tumbuh semakin kuat.
Abdul Halim meyakini, koperasi desa yang profesional dan terpercaya akan menjadi pilar penting dalam membangun ekonomi desa yang kuat dan mandiri. Ia meminta seluruh pengelola koperasi bekerja dengan sepenuh hati untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Jika kita kelola koperasi desa dengan teknologi digital yang baik, kita akan menciptakan lompatan besar bagi kemandirian ekonomi desa di Bantul,” katanya.