
KabarJawa.com – Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Daerah Istimewa Yogyakarta melakukan pemetaan geologi di Padukuhan Bolang, Kalurahan Girikarto, Kapanewon Panggang, Kabupaten Gunungkidul, menyusul kemunculan sinkhole di lantai dasar rumah warga beberapa waktu lalu.
Peristiwa munculnya lubang amblas tersebut menimbulkan kekhawatiran akan potensi amblasan lanjutan yang dapat membahayakan keselamatan masyarakat di sekitar lokasi.
Menindaklanjuti kejadian itu, BPPTKG dan BPBD DIY segera melakukan kajian lapangan sebagai langkah awal mitigasi.
Sejak pagi hari, tim gabungan terlihat menyusuri pekarangan rumah warga di Padukuhan Bolang dengan membawa peralatan khusus untuk memetakan kondisi geologi bawah permukaan.
Kegiatan ini dilakukan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai struktur tanah dan batuan di area terdampak.
Pemetaan Bawah Permukaan dengan Metode Geolistrik
Dalam pemetaan tersebut, BPPTKG menerapkan metode geologi resistivitas atau geolistrik. Petugas memasang kabel dan elektroda di permukaan tanah untuk mengukur tahanan jenis batuan terhadap aliran listrik.
Metode geofisika non-destruktif ini digunakan untuk mengidentifikasi struktur batuan, keberadaan rongga bawah tanah, serta potensi lubang lanjutan yang dapat memicu amblasan susulan. Selama proses pengukuran, setiap data dicatat dan dianalisis secara langsung di lapangan.
Hasil pengukuran geolistrik menjadi dasar untuk mengetahui ukuran rongga di bawah permukaan serta kemungkinan perluasan lubang yang dapat berdampak pada stabilitas tanah di sekitar permukiman.
Pemetaan Permukaan dengan Drone LiDAR
Selain geolistrik, BPPTKG juga mengerahkan teknologi drone LiDAR untuk memetakan kondisi permukaan tanah. Drone diterbangkan di atas lokasi sinkhole guna memperoleh data topografi dengan tingkat presisi tinggi.
Teknologi LiDAR memungkinkan pembacaan kontur tanah secara detail, termasuk mendeteksi retakan halus, penurunan permukaan, maupun anomali yang tidak terlihat secara visual. Data ini melengkapi informasi bawah permukaan yang diperoleh dari metode geolistrik.
Kombinasi kedua teknik tersebut digunakan untuk menyusun peta geologi yang menggambarkan kondisi wilayah terdampak secara utuh, baik dari sisi struktur bawah tanah maupun bentuk permukaannya.
Dukungan Mitigasi dan Keselamatan Warga
Peneliti Ahli Pratama BPPTKG, Ilham Nurdin, menyampaikan bahwa kegiatan pemetaan ini bertujuan untuk mendukung upaya mitigasi dan meminimalkan risiko bahaya susulan.
“Pemetaan ini kami lakukan untuk mengetahui kondisi bawah permukaan secara detail, sehingga kami dapat merekomendasikan langkah penanganan yang tepat dan aman bagi masyarakat,” ujar Ilham Nurdin.
Dalam kegiatan tersebut, BPPTKG menerjunkan sekitar sepuluh personel, sementara BPBD DIY mengerahkan lima personel untuk pengamanan lokasi dan koordinasi dengan warga setempat.
BPBD DIY mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan menghindari aktivitas berat di sekitar titik sinkhole hingga seluruh hasil kajian selesai dan rekomendasi teknis resmi dikeluarkan.
Hasil pemetaan geologi ini diharapkan menjadi dasar bagi penentuan zona aman, perencanaan langkah perbaikan teknis, serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terjadi kembali di wilayah Kabupaten Gunungkidul.