
KabarJawa.com— Ribuan calon jemaah haji di Kabupaten Gunungkidul menyambut sebuah kabar baik. Kementerian Agama (Kemenag) Gunungkidul akhirnya mengumumkan jadwal resmi pelunasan biaya haji tahun 2026.
Tahun ini, biaya penyelenggaraan ibadah haji (BPIH) turun sekitar Rp2 juta, memberi ruang lega bagi banyak calon tamu Allah yang telah bertahun-tahun menunggu giliran berangkat.
Penurunan biaya ini langsung menumbuhkan optimisme baru. Banyak warga mengaku merasa lebih ringan menjalani persiapan akhir sebelum keberangkatan.
Di kantor Kemenag Gunungkidul, suasana antusias mulai terlihat sejak pengumuman keluar pada Senin (24/11/2025).
Biaya Haji 2026 Turun
Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Gunungkidul, Taufik Ahmad Soleh, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima petunjuk pelaksanaan (juklak) dan petunjuk teknis (juknis) pelunasan dari Kementerian Haji. Ia mengungkapkan bahwa angka BPIH tahun ini resmi mengalami penurunan.
“BPIH turun sekitar Rp2 juta dari sebelumnya sekitar Rp89 juta,” ujar Taufik.
Dalam juklak-juknis, BPIH 2026 menjadi sebesar Rp87.409.365. Calon jemaah hanya perlu membayar Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH) sebesar Rp54.193.806, beserta dukungan nilai manfaat sebesar Rp33.215.558.
Taufik menyebut sebagian besar calon jemaah sudah membayar setoran awal sejak beberapa tahun lalu. Oleh karena itu, mereka kini hanya perlu melunasi kekurangan BIPIH sesuai dengan ketentuan terbaru.
Kemenag Gunungkidul menetapkan mekanisme pelunasan yang berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama adalah 24 November hingga 23 Desember 2025, khusus untuk jemaah berdasarkan nomor urut porsi serta jemaah lansia.
Lalu, tahap kedua hanya berlangsung jika masih terdapat sisa kuota provinsi. Tahap ini diperuntukkan bagi jemaah gagal sistem, penggabungan keluarga, jemaah cadangan, dan pendamping lansia atau disabilitas.
“Pengajuan pendamping lansia, penggabungan keluarga, serta pendamping disabilitas harus dientri dalam SISKOHAT paling lambat 23 Desember 2025. seluruh pengajuan yang terlambat otomatis tidak dapat diproses,”kata dia.
Pemeriksaan Kesehatan jadi Tahapan Krusial
Sementara itu, Kepala Kemenag Gunungkidul, Mukotip, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyelesaikan salah satu tahapan paling penting.
Tahapan tersebut adalah pemeriksaan kesehatan bagi jemaah kuota utama dan lansia. Pemeriksaan berlangsung pada 3–8 November 2025 di RSUD Wonosari.
Hasil pemeriksaan diserahkan langsung kepada masing-masing calon jemaah sebagai bagian dari syarat istitoah, yaitu kemampuan kesehatan fisik dan mental untuk menjalankan seluruh rangkaian ibadah di Tanah Suci.
“Bagi jemaah yang sudah masuk daftar berangkat 2026 dan sudah diperiksa kesehatannya, kami berharap mereka menjaga stamina dan mempersiapkan ibadahnya. Dengan begitu insyaallah mereka siap,” ujar Mukotip.
Biaya haji 2026 yang turun tidak hanya memengaruhi jumlah uang, tetapi juga memberi ketenangan batin bagi banyak calon jemaah yang telah menunggu selama bertahun-tahun.
Penurunan ini menjadi sinyal positif di tengah fluktuasi biaya penyelenggaraan haji yang kerap meningkat setiap tahun.
Di berbagai kalurahan, beberapa calon jemaah langsung melakukan pengecekan ulang berkas dan menyiapkan dokumen pelunasan.
Mereka berharap proses administrasi berjalan lancar sehingga tidak menghambat keberangkatan 2026. (ef linangkung)