Beredar Video Rheza Dibawa Aparat Dalam Kondisi Kritis, Kapolda DIY Angkat Bicara

Bagikan :
Video Rheza/Foto Ilustrasi: Freepik

KABARJAWA– Video yang memperlihatkan aparat menggotong mahasiswa Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama, dalam kondisi kritis di halaman Mapolda DIY beredar luas di media sosial.

Rekaman dramatis itu langsung menyulut spekulasi, amarah, dan tanda tanya besar di tengah masyarakat. Kapolda DIY, Irjen Pol Anggoro Sukartono, akhirnya angkat suara. Ia memastikan kepolisian tidak tinggal diam.

Anggoro menegaskan pihaknya bersama tim khusus dari Jakarta sudah turun tangan untuk mendalami penyebab meninggalnya Rheza saat demonstrasi pada Minggu pagi (31/8/2025).

“Sesuai arahan Ngarsa Dalem, Bapak Gubernur, kami sudah diperintahkan untuk melakukan pendalaman dan penyelidikan. Ada tim dari Jakarta yang sekarang bekerja bersama kami untuk mengungkap kejadian ini,” tegas Anggoro di hadapan awak media, Kamis (4/9/2025).

Video Rheza Viral Picu Spekulasi

Masyarakat terbelah. Video yang menampilkan aparat membawa tubuh lemah Rheza justru menimbulkan kecurigaan. Banyak yang bertanya, apakah mahasiswa itu benar-benar mendapat pertolongan atau justru sebaliknya.

Anggoro tidak menampik derasnya spekulasi tersebut. Namun, ia meminta publik tidak terburu-buru mengambil kesimpulan.

Baca juga  Kejaksaan Tinggi DIY Lakukan Penggeledahan Rumah Mantan Kadiskominfo Sleman, Tersangka Kasus Korupsi Rp3 Miliar

“Semua yang beredar di media harus kami teliti dan dalami. Jangan sampai persepsi mendahului fakta,” katanya.

Kapolda menjelaskan kronologi berdasarkan laporan di lapangan. Menurutnya, aparat justru membawa Rheza ke dalam Mapolda untuk mendapat pertolongan medis, bukan sebaliknya.

“Korban itu diambil dari TKP dalam kondisi lemah. Dia diangkat dan dibawa masuk untuk diselamatkan. Situasi saat itu penuh gas air mata, jadi aparat mengambil keputusan cepat,” ungkapnya.

Di dalam Mapolda, tim kedokteran kepolisian sempat memberi pertolongan pertama. Namun, kondisi lapangan tidak memungkinkan. Akhirnya, korban dipindahkan menggunakan ambulans yang dipinjam dari RSUP Dr. Sardjito.

“Ambulans itu bukan milik kepolisian. Kami pinjam dari Sardjito karena akses keluar sulit. Dari situ, korban langsung dibawa ke rumah sakit,” jelas Anggoro.

Klarifikasi Isu Autopsi dan Tekanan

Muncul isu bahwa kepolisian melarang keluarga menuntut ataupun menolak autopsi. Anggoro membantah keras tudingan itu. Ia memastikan tidak pernah ada permintaan semacam itu dari pihaknya.

“Harus ditanya ke keluarganya. Justru sejak awal, kami meminta autopsi untuk memastikan penyebab kematian. Tapi keluarga menolak, dan kami menghormati keputusan itu,” terangnya.

Baca juga  Festival Lampion Waisak 2025 di Borobudur: Masih Tersedia 700 Tiket Premium, Ini Harga dan Fasilitasnya

Anggoro menegaskan bahwa semua proses penanganan berjalan sesuai prosedur hukum. Saat ini, kepolisian masih menganalisis data medis, keterangan keluarga, hingga pernyataan saksi-saksi di lapangan.

“Semua data sedang kami olah. Kami kumpulkan informasi dari media, orang tua, hingga saksi-saksi. Tim kami bekerja maksimal agar kasus ini terang benderang,” pungkasnya. (ef linangkung)

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Lokasi Tilang Operasi Patuh Progo 2026 Jogja
Titik Lokasi Rawan Tilang di Jogja, Operasi Patuh Progo 2026: ETLE Sleman, Bantul dan Sekitarnya
Roberto Carlos masih hidup pada Agustus 2026. Simak kondisi kesehatan, karier, dan perannya sebagai pemegang saham Fursan Hispania. (Foto: instagram/oficialrc3)
Apakah Roberto Carlos Masih Hidup Agustus 2026? Ini Kondisi Terbaru Legenda Brasil dan Real Madrid