Belasan Calon Pengantin di Yogyakarta Alami Kurang Energi Kronis, Pemkot Bergerak Cegah Stunting

Bagikan :
Pemerintah Kota Yogyakarta lakukan intervensi cegah stunting sejak calon pengantin. (Dok Pemkot Yogyakarta)

KABARAJAWA – Pemerintah Kota Yogyakarta terus bergerak menurunkan angka stunting yang selama ini menghantui generasi muda. Belasan calon pengantin (catin) di Kota Yogyakarta diketahui mengalami masalah Kurang Energi Kronis (KEK).

Kondisi ini langsung memicu langkah cepat pemerintah agar anak-anak yang lahir nanti tidak terjebak dalam lingkaran stunting.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Yogyakarta, Emma Rahmi Aryani, menjelaskan bahwa per 7 Juli 2025, pihaknya telah mendata sebanyak 545 calon pengantin yang berdomisili di Kota Yogyakarta.

Dari jumlah tersebut, 518 catin dinyatakan sehat, 13 catin mengalami KEK, 8 catin menderita anemia, dan 5 catin memiliki KEK plus anemia.

“Kami langsung melakukan intervensi untuk 26 catin yang berisiko. Kami berikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) dan tablet tambah darah selama tiga bulan. Setiap bulan, petugas memantau perkembangan mereka agar status gizinya membaik sebelum menikah dan hamil,” tegas Emma Rahmi Aryani.

Pemerintah Kota Yogyakarta menilai bahwa pencegahan stunting harus dimulai dari hulu, termasuk dari calon pengantin.

Data terbaru juga menunjukkan adanya 9 ibu hamil, 443 baduta (bayi di bawah dua tahun), dan 161 keluarga baru yang masuk dalam kategori Keluarga Berisiko Stunting.

Baca juga  Muhammadiyah Salurkan Bantuan Kemanusiaan untuk Pengungsi Palestina di Yordania, Camp Al Jhaufah Saksi Kepedulian Umat

Pendampingan Berlapis dan Penguatan Data

Sekretaris DP3AP2KB Kota Yogyakarta, Sarmin, mengungkapkan bahwa pihaknya menyalurkan intervensi kepada keluarga berisiko stunting melalui pemberian makanan tambahan.

Pemerintah menggunakan anggaran dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), Dana Keistimewaan (Danais), serta dukungan dari BKKBN, guna memastikan seluruh sasaran mendapatkan perlindungan gizi.

“Kami ingin memastikan bayi lahir sehat dan keluarga memiliki ketahanan gizi. Stunting bukan hanya urusan baduta, tapi juga calon pengantin dan ibu hamil,” ujar Sarmin dengan nada serius.

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperkuat deteksi dini dan pendampingan bagi kelompok sasaran pencegahan stunting.

Ia menyebut bahwa Tim Pendamping Keluarga di setiap kelurahan bekerja ekstra dengan sistem by name by address untuk mendata dan memantau kondisi masyarakat.

“Data menjadi sangat penting. Kami terus memperbarui data untuk mengetahui kondisi real time siapa saja yang berisiko stunting. Pencegahan kami lakukan sejak calon pengantin, ibu hamil, ibu bersalin, hingga bayi di bawah dua tahun,” tegas Hasto pada Jumat, 11 Juli 2025 di Ruang Bima Balai Kota.

Baca juga  Berani Berkebaya 2025: GKBRAA Paku Alam Ajak Perempuan Hidupkan Kembali Warisan Leluhur

Ia juga menginstruksikan seluruh jajaran, termasuk Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, puskesmas, kemantren, dan kelurahan untuk memperkuat koordinasi lapangan.

Program Satu Kampung Satu Bidan digadang-gadang sebagai ujung tombak agar pemberian makanan tambahan tepat sasaran dan intervensi berjalan optimal sebelum stunting terjadi.

“Kami ingin menurunkan prevalensi stunting secepat mungkin. Tahun 2024, angka stunting sudah turun menjadi 14,8 persen dari sebelumnya 16,8 persen pada 2023. Kami yakin jika semua pihak bergerak bersama, angka ini bisa terus turun. Generasi kita tidak boleh kalah dengan stunting,” tandas Hasto dengan nada penuh tekad.

Pemerintah Kota Yogyakarta berkomitmen untuk memastikan bahwa calon pengantin, ibu hamil, dan bayi memperoleh hak gizi terbaik mereka.

Pemerintah tidak ingin generasi masa depan tumbuh dengan tubuh pendek dan rentan penyakit hanya karena gagal mencegah stunting sejak awal kehidupan.

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional