
KABARJAWA – Pemerintah Kabupaten Bantul menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, memastikan bahwa seluruh kalurahan di Bantul telah membentuk dan mengesahkan KDMP secara legal.
Halim menyampaikan bahwa pemerintah telah merancang roadmap pengembangan KDMP secara terukur hingga tahun 2026. Tahapan pengembangan tersebut disusun mulai dari pendirian, aktivasi, sinkronisasi antar pemangku kepentingan, hingga penguatan kelembagaan dan keberlanjutan koperasi.
Tahapan Terukur untuk Penguatan Koperasi Desa
“Kami telah merumuskan roadmap pengembangan KDMP di Bantul, mulai dari tahap pendirian, aktivasi, sinkronisasi lintas stakeholder, hingga penguatan kelembagaan dan keberlanjutan. Proses ini akan kami jalankan dari tahun 2025 hingga 2026 secara bertahap namun terukur,” tegas Halim saat launching KDMP di Srimulyo, Piyungan, Bantul, Senin, 21 Juli 2025.
Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses penguatan KDMP akan mendapat pendampingan intensif dari pemerintah daerah melalui dinas-dinas terkait.
Pemerintah berkomitmen memberikan dukungan agar koperasi desa mampu berjalan secara optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Tidak hanya itu, Halim menekankan pentingnya sinergi antara berbagai pihak di luar unsur pemerintah. Seluruh elemen masyarakat, lembaga pendidikan, BUMDes, hingga pihak swasta didorong untuk turut serta dalam mendukung program KDMP agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga desa.
“Kami ingin koperasi benar-benar menjadi instrumen pemerataan ekonomi di desa. Kami akan mendorong sinergi dengan berbagai pihak agar koperasi bisa memberi manfaat langsung kepada warga,” tegas Halim.
KDMP Jadi Instrumen Pemerataan Ekonomi dan Kemandirian Desa
Pemerintah Kabupaten Bantul meyakini bahwa KDMP akan menjadi solusi konkret dalam memperkuat kemandirian desa sekaligus menciptakan keadilan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah.
Dengan keberadaan KDMP, rantai distribusi komoditas dasar seperti sembako, hasil pertanian, hingga layanan kesehatan bisa dipangkas secara signifikan.
Halim menyatakan bahwa koperasi desa diharapkan mampu menjadi penggerak utama dalam mewujudkan pembangunan berkeadilan yang berakar dari desa.
Sementara itu, Wakil Bupati Bantul, Aris Suharyanta, yang hadir secara daring dalam peluncuran KDMP di Srimulyo, menyebut bahwa inisiatif ini menjadi tonggak baru pembangunan ekonomi kerakyatan.
Menurut Aris, KDMP merupakan bukti nyata bahwa kekuatan ekonomi bangsa sedang dibangun kembali dari desa dengan semangat gotong royong dan kedaulatan rakyat.
“Inilah bukti nyata bahwa bangsa ini sedang menata ulang kekuatan ekonomi dengan semangat gotong royong dan kedaulatan ekonomi rakyat,” tegas Aris.