
Bantul, KabarJawa.com – Seorang warga Grujugan RT 06, Kabupaten Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, bernama TA (27) dilaporkan hilang setelah tenggelam di kawasan lembah Sungai Oya, Plarangan, pada Senin, 20 Juli 2026. Hingga operasi pencarian hari pertama dihentikan, korban belum ditemukan.
Koordinator Unit Siaga SAR Kota Yogyakarta, Nugroho Adi, mengatakan korban sebelumnya berenang bersama seorang rekannya sekitar pukul 15.00 WIB.
“Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, korban berenang bersama rekannya di Sungai Oya sekitar pukul 15.00 WIB,” ujarnya pada wartawan.
Tim SAR gabungan langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen dan memulai pencarian korban begitu mendapatka laporan. Tim kemudian membagi operasi menjadi dua unit pencarian atau Search and Rescue Unit (SRU).
Pencarian hari pertama berlangsung hingga pukul 17.30 WIB. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil dan korban masih belum ditemukan.
“SRU 1 melakukan pencarian di aliran sungai menggunakan metode body rafting, sedangkan SRU 2 melakukan penyisiran melalui jalur darat di sekitar lokasi kejadian. Hingga pencarian ditutup pada pukul 17.30 WIB, korban belum berhasil ditemukan,” ujar Nugroho.
Operasi pencarian akan kembali dilanjutkan pada Selasa, 21 Juli 2026, mulai pukul 07.00 WIB. Tim akan mengevaluasi area yang telah disisir dan menyesuaikan strategi pencarian dengan kondisi di lapangan.
Nugroho mengingatkan masyarakat untuk tidak mengabaikan faktor keselamatan ketika beraktivitas di sungai atau kawasan wisata alam. Kondisi tubuh dan lingkungan sekitar perlu menjadi pertimbangan sebelum melakukan aktivitas di air.
“Kami mengimbau masyarakat agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di sungai maupun kawasan wisata alam. Hindari berenang dalam kondisi lelah maupun setelah mengonsumsi minuman beralkohol karena sangat berisiko membahayakan keselamatan,” tambahnya.
Cuaca di lokasi selama pencarian hari pertama dilaporkan cerah. Kondisi tersebut turut membantu pelaksanaan operasi pencarian yang dilakukan oleh tim SAR gabungan.
“Unsur yang terlibat dalam operasi terdiri dari Tim SAR gabungan yang bekerja secara terpadu untuk menemukan korban secepat mungkin,” pungkasnya.***