
Kabarjawa – Nyaris terjun! Peristiwa yang menggegerkan warga ini terjadi sekitar pukul 14.30 WIB di Jembatan Sumber Pinang, Tamankrocok, Bondowoso.
Korban, yang diketahui berinisial BS (48), saat itu sedang dibonceng anaknya dengan sepeda motor. Setibanya di tengah jembatan, korban tiba-tiba meminta berhenti tanpa alasan yang jelas.
Tanpa diduga, BS kemudian menaiki pagar pembatas jembatan dan berusaha melompat. Sang anak yang menyadari tindakan ibunya sontak terkejut dan langsung berusaha menahan tangan ibunya agar tidak jatuh ke sungai yang berada di bawah jembatan.
Korban sempat bergelantungan di bibir jembatan dengan hanya bertumpu pada pegangan tangan anaknya. Situasi semakin mencekam karena sang anak berusaha keras agar ibunya tidak jatuh ke dasar sungai yang memiliki kedalaman sekitar 50 meter.
Upaya Penyelamatan
Aksi nekat korban berhasil menarik perhatian warga yang kebetulan melintas di jembatan. Dengan sigap, beberapa warga segera membantu sang anak untuk menarik korban kembali ke atas jembatan. Berkat kerja sama tersebut, BS akhirnya berhasil diselamatkan sebelum benar-benar terjatuh.
Usai kejadian, korban langsung dilarikan ke RSUD Koesnadi Bondowoso untuk mendapatkan perawatan medis dan pemulihan kondisi psikisnya. Kejadian ini pun menarik perhatian banyak pihak dan menjadi perbincangan di kalangan masyarakat setempat.
Dugaan Penyebab Kejadian
Menurut keterangan pihak keluarga, BS diduga mengalami tekanan emosional akibat penyakit yang dideritanya selama bertahun-tahun dan tak kunjung sembuh. Hal ini memicu rasa putus asa hingga akhirnya mencoba mengakhiri hidup dengan melompat dari jembatan.
Pihak keluarga juga memastikan bahwa sebelum kejadian, tidak ada masalah rumah tangga, konflik dengan anak, atau permasalahan sosial lainnya yang dialami oleh korban. Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa penyakit berkepanjangan menjadi penyebab utama tindakan nekat tersebut.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting tentang pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan dukungan emosional bagi orang-orang yang mengalami tekanan hidup. Jika ada anggota keluarga atau orang terdekat yang menunjukkan tanda-tanda depresi atau putus asa, segera beri perhatian dan dukungan moral agar kejadian serupa dapat dicegah.
Kasus BS juga menjadi bukti bahwa solidaritas masyarakat sangat berperan dalam menyelamatkan nyawa seseorang. Dengan kepedulian bersama, tragedi yang lebih besar dapat dihindari.(Kabarjawa)