
Kabarjawa – Di tengah perkembangan zaman yang semakin modern, keberadaan pasar tradisional tetap memiliki daya tarik tersendiri. Salah satunya adalah sebuah pasar di Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, yang mendadak viral karena memiliki nama yang terdengar unik dan menarik perhatian: Pasar Kentu.
Meskipun sempat menuai rasa penasaran publik karena bunyinya yang terdengar nyeleneh, ternyata nama ini memiliki makna yang jauh dari kesan negatif. Lalu, seperti apa sejarah dan aktivitas di pasar ini?
Nama yang Unik, Makna yang Menarik
Pasar Kentu berlokasi di Desa Kalikotes, Kecamatan Pituruh, Kabupaten Purworejo. Nama pasar ini kerap menjadi bahan perbincangan warganet lantaran terdengar tidak biasa.
Namun, nama Kentu sebenarnya berasal dari singkatan bahasa Jawa, yaitu Ken Tuku, yang berarti “disuruh beli”. Nama ini mengandung harapan agar setiap orang yang melintas di pasar ini terdorong untuk mampir dan berbelanja.
Sudah Ada Sejak Zaman Nenek Moyang
Keberadaan Pasar Kentu bukanlah hal baru bagi warga sekitar. Pasar ini telah ada sejak lama dan dikenal sebagai pusat aktivitas ekonomi masyarakat desa. Awalnya, pasar ini terletak di sebuah tikungan jalan yang cukup rawan kecelakaan.
Oleh karena alasan keselamatan, lokasi pasar dipindahkan ke tempat yang lebih aman pada tahun 2018. Sejak saat itu, aktivitas pasar tetap berjalan seperti biasa dengan pengunjung yang tetap setia datang setiap buka.
Buka Dua Kali Seminggu dengan Suasana Khas Pedesaan
Pasar Kentu hanya buka dua kali dalam seminggu, yaitu setiap hari Selasa dan Jumat, mulai pukul 04.30 hingga 08.00 WIB. Meskipun jam operasionalnya singkat, pasar ini selalu ramai dikunjungi warga desa dan sekitarnya.
Mereka datang dengan berbagai cara, dari berjalan kaki hingga mengayuh sepeda ontel, menciptakan suasana pasar tradisional yang autentik.
Di pasar ini, pengunjung bisa menemukan berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari bahan makanan segar, jajanan tradisional, hingga hasil kebun warga. Salah satu barang yang paling dicari adalah tempe, makanan khas yang menjadi favorit banyak pembeli.
Pasar Kentu bukan sekadar pasar tradisional biasa. Di balik namanya yang sempat mengundang tawa, tersimpan sejarah panjang dan makna mendalam yang berkaitan dengan budaya serta kehidupan masyarakat lokal.
Dengan hanya buka dua kali dalam seminggu, pasar ini tetap menjadi pusat kegiatan ekonomi dan sosial warga sekitar.
Keunikan nama dan nuansa tradisionalnya justru menjadi daya tarik tersendiri, menjadikan Pasar Kentu sebagai salah satu ikon lokal yang patut dilestarikan.(Kabarjawa)