
Yogyakarta, KabarJawa.com – Pemerintah Kota Yogyakarta telah meresmikan program Masyarakat Jogja Olah Sampah (MAS JOS) sebagai upaya mengatasi krisis sampah.
Tujuan program ini adalah mengajak seluruh elemen yang memiliki kontribusi dalam pengelolaan sampah dapat berpartisipasi aktif dalam mendorong masyarakat untuk turut mengolah sampah secara sederhana dan berdampak besar.
Program yang dirilis secara resmi pada tanggal 29 Juli 2025 itu nyatanya tidak hanya mendapat perhatian dari masyarakat, tetapi juga institusi pendidikan tinggi ternama di Jogja, Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY).
Pada Senin (13/7/2026) UAJY bersama Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Shind Jogja dan Sarihusada Generasi Mahardika (SGM) melakukan aksi nyata terhadap kesadaran kolektif akan krisis sampah dengan menghadirkan “Pelatihan Pengelolaan Sampah Organik dengan Metode Vermikompos (Losida dan Cacing)” di Kantor Kemantren Umbulharjo.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan serta mendorong pengelolaan sampah rumah tangga secara mandiri khsususnya di wilayah Kemantren Umbulharjo. Peserta pelaksanaan terdiri dari perwakilan RW Kelurahan Semaki, Muja Muju, Tahunan, hingga Warungboto.
Stakeholder Relations Sarihusada Generasi Mahardika (SGM), Akhta Suhendra mengajak warga untuk membangun kebersamaan kolektif dengan mengelola sampah yang menjadi tanggung jawab bersama.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Shind Jogja, Maulana Sriyono mengatakan bahwa sebenarnya program Losida (lodong sisa dapur) telah diterapkan sejak akhir tahun 2022 ketika Yogyakarta mulai mengalami darurat sampah. Fokus pelaksanaan saat itu berlokasi di Kelurahan Muja Muju.

“Kami sudah menanam Losida di Muja Muju kurang lebih sebanyak 1.002 unit. Di setiap rumah tangga kami terapkan Losida, kami beri pelatihan, lalu tahun 2025 kami punya penguat bahwa losida yang ada di Muja Muju itu seharusnya tidak perlu banyak-banyak, tetapi bisa mengolah sampah organik secara maksimal,” ungkapnya.
Maulana mengatakan, semenjak Shind Jogja bersama SGM berkolaborasi dengan UAJY menerapkan Losida menggunakan cacing, program ini menjadi lebih efektif.
“Di Muja Muju itu kita kemarin udah coba di 12 RW, kemudian mekanismenya Alhamdulillah 20 persen lebih cepat,” jelas Maulana.
Perwakilan masyarakat Kelurahan Muja Muju, Fraksiyanti dan Yuni Suprapti memberikan testimoni serta demonstrasi penggunaan Losida agar lebih mudah dipahami oleh warga yang datang.
Dosen Fakultas Teknobiologi UAJY, Monika Ruwaimana, Ph.D pun memberikan penjelasan teori dan hal-hal teknis yang dapat memengaruhi keberhasilan pembuatan Losida.