
Kabarjawa – Sebuah kejadian mengerikan menghebohkan warga di kawasan Keturen, Tegal. Seorang wanita ditemukan dalam kondisi mengenaskan di sebuah rumah kos dengan sebilah pisau menancap di wajah.
Peristiwa yang terjadi pada Kamis malam ini sontak menjadi perhatian warga sekitar dan viral di media sosial setelah video proses evakuasi korban beredar luas.
Kronologi Kejadian
Insiden berdarah ini terjadi pada Kamis (6/3/2025) sekitar pukul 22.00 WIB di salah satu rumah kos yang berada di Kelurahan Keturen, Tegal Selatan, Kota Tegal.
Korban yang diketahui bernama RN (33), seorang penghuni kos asal Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, ditemukan dalam kondisi kritis dengan pisau tertancap di bagian kanan wajahnya.
Saat evakuasi, petugas medis bersama warga sekitar berusaha menyelamatkan korban yang terlihat tergeletak di atas tandu.
Kejadian ini terekam dalam sebuah video berdurasi 42 detik yang kemudian beredar luas di media sosial, membuat masyarakat semakin terkejut dengan kejadian tragis ini.
Identitas Pelaku dan Motif Kejadian
Pihak kepolisian telah mengidentifikasi pelaku sebagai SRP (34), yang juga berasal dari Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur.
Berdasarkan keterangan awal, pelaku merupakan kekasih korban. Namun, hubungan mereka dikabarkan sedang mengalami masalah sebelum insiden ini terjadi.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolres Tegal Kota untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Sementara itu, korban masih dalam perawatan intensif di rumah sakit dan belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut akibat kondisinya yang masih dalam tahap observasi medis.
Penanganan Kasus oleh Pihak Berwenang
Kasat Reskrim Polres Tegal Kota, AKP Eko Setiabudi, membenarkan kejadian ini dan menegaskan bahwa pihaknya masih terus mendalami motif serta kronologi lengkap dari peristiwa tersebut.
Hingga saat ini, polisi masih mengumpulkan bukti dan keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap lebih lanjut penyebab utama insiden tragis ini.
Kasus kekerasan ini menjadi pengingat penting akan bahaya konflik dalam hubungan pribadi yang bisa berujung pada tindak kriminal.
Masyarakat diimbau untuk lebih waspada dan segera melaporkan kepada pihak berwajib jika mengetahui tanda-tanda kekerasan dalam lingkungannya.
Saat ini, proses hukum terhadap pelaku terus berlanjut, sementara kondisi korban masih menunggu perkembangan lebih lanjut dari pihak medis.(Kabarjawa)