
Kabarjawa – Jogja kembali melakukan langkah besar dalam menjaga warisan budayanya. Salah satu ikon kota, Tempat Khusus Parkir (TKP) Abu Bakar Ali, akan dibongkar pada April mendatang untuk dijadikan ruang terbuka hijau (RTH).
Langkah ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap Sumbu Filosofi Jogja yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO.
Alasan Pembongkaran TKP Abu Bakar Ali
Keputusan pembongkaran TKP Abu Bakar Ali didasari oleh rekomendasi UNESCO yang mengharuskan kawasan Sumbu Filosofi terbebas dari bangunan baru yang tidak selaras dengan fasad kawasan tersebut.
Saat ini, TKP Abu Bakar Ali berstatus pinjam pakai dari Kasultanan Jogja ke Pemkot Jogja. Mei mendatang, lahan tersebut harus dikembalikan kepada Kasultanan, dan proses pembongkaran direncanakan mulai April.
Transformasi Menjadi Ruang Terbuka Hijau
Lahan yang selama ini digunakan untuk parkir kendaraan akan disulap menjadi taman hijau. Keberadaan ruang terbuka hijau ini diharapkan mampu memperkuat identitas budaya Jogja dan mempercantik kawasan Sumbu Filosofi yang membentang dari Keraton hingga Tugu Jogja.
Selain itu, area hijau ini juga bisa menjadi tempat rekreasi sekaligus paru-paru kota yang sangat dibutuhkan.
Alternatif Lokasi Parkir
Pembongkaran TKP Abu Bakar Ali tentu menimbulkan pertanyaan tentang alternatif tempat parkir, khususnya untuk bus wisata.
Pemkot Jogja menawarkan beberapa opsi, salah satunya adalah Terminal Giwangan yang memiliki lahan sekitar dua hektare. Nantinya, shuttle bus akan disiapkan untuk mengantar wisatawan dari Terminal Giwangan ke pusat kota, seperti Malioboro dan sekitarnya.
Selain itu, TKP Ketandan bisa menjadi alternatif parkir bagi kendaraan pribadi. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X juga membuka peluang bagi warga yang memiliki lahan kosong untuk dijadikan area parkir komersial, guna mengurangi kepadatan di pusat kota.
Dampak dan Harapan ke Depan
Transformasi ini diharapkan membawa dampak positif bagi pelestarian budaya dan lingkungan. Dengan adanya ruang terbuka hijau, keasrian kawasan Sumbu Filosofi akan semakin terjaga, mendukung statusnya sebagai warisan budaya dunia. Selain itu, pengaturan ulang lokasi parkir diharapkan mampu mengurangi kemacetan di sekitar Malioboro.
Pembongkaran TKP Abu Bakar Ali menjadi bagian dari upaya besar Jogja menjaga warisan budayanya. Dengan beralihnya fungsi lahan menjadi ruang terbuka hijau, kota ini semakin memperkuat identitas budaya serta memberikan manfaat lingkungan yang signifikan.
Sementara itu, solusi parkir yang disiapkan diharapkan dapat mendukung kenyamanan wisatawan tanpa mengurangi nilai estetika kota.(Kabarjawa)