
Kabarjawa – MinyaKita Palsu! Minyak goreng bersubsidi MinyaKita dengan takaran tidak sesuai mulai beredar di Pasar Tradisional Anom, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.
Minyak tersebut dijual dalam kemasan botol dan refill dengan label mencantumkan isi 1 liter. Namun, setelah ditimbang ulang, ternyata isinya hanya sekitar 750 mililiter.
Kejadian ini menjadi perhatian pedagang dan konsumen yang mengandalkan MinyaKita sebagai pilihan minyak goreng murah berkualitas.
Pedagang Mengaku Ditawari MinyaKita Palsu
Salah satu pedagang minyak goreng di Pasar Anom, Ahmad Arif Tauhidi, mengungkapkan bahwa dirinya sering mendapatkan tawaran MinyaKita dengan isi yang tidak sesuai label.
Fenomena ini sudah terjadi sejak dua bulan terakhir. Ia menyebut bahwa produk tersebut dijual dengan harga lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran.
Biasanya, harga MinyaKita yang dibelinya berkisar Rp 200.000 hingga Rp 202.000 per kardus. Namun, varian MinyaKita yang tak sesuai takaran itu ditawarkan dengan harga lebih murah, yakni Rp 190.000 per kardus.
Meski sempat tergiur dengan harga miring, Arif akhirnya membatalkan pembelian setelah melihat foto produk yang dikirim oleh pihak sales.
Ia mencurigai bahwa minyak tersebut bukan produk asli MinyaKita, melainkan produk palsu yang beredar di pasaran.
Ciri-ciri MinyaKita Tak Sesuai Takaran
Pedagang dan konsumen diimbau untuk lebih waspada terhadap peredaran MinyaKita palsu. Ada beberapa ciri mencolok yang bisa dikenali dari minyak bersubsidi yang tidak sesuai takaran ini, di antaranya:
- Bobot lebih ringan saat dipegang dibandingkan minyak MinyaKita asli.
- Minyak cenderung keruh dan tidak sejernih MinyaKita asli.
- Teks di kemasan tidak rapi dengan desain warna pada kardus yang terlihat asal-asalan.
Sejumlah pembeli di Pasar Anom bahkan sudah ada yang telanjur membeli minyak goreng ini karena tergiur harga murah. Akibatnya, banyak yang kecewa setelah menyadari bahwa mereka mendapatkan produk di bawah standar.
Peredaran MinyaKita tak sesuai takaran di Pasar Anom Sumenep menjadi alarm bagi konsumen dan pedagang agar lebih selektif dalam membeli minyak goreng bersubsidi.
Meskipun harga yang ditawarkan lebih murah, produk ini memiliki kualitas yang diragukan dan dapat merugikan pembeli.
Diharapkan pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas untuk menghentikan peredaran MinyaKita palsu di pasaran.
Konsumen pun diimbau untuk lebih teliti dan hanya membeli dari sumber terpercaya guna menghindari penipuan.(Kabarjawa)