
Kabarjawa – Peristiwa mengejutkan terjadi di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, ketika teras sebuah masjid tiba-tiba ambruk jelang waktu salat Tarawih. Insiden ini menimbulkan kepanikan di kalangan jemaah yang saat itu tengah berada di dalam masjid.
Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap kondisi bangunan, terutama yang sudah berusia tua.
Kronologi Kejadian
Insiden ini terjadi di Masjid Baiturrahman yang berlokasi di Desa Brakas, Kecamatan atau Pulau Raas, Sumenep. Kejadian berlangsung sekitar pukul 18.35 WIB, ketika sejumlah jemaah sedang mengikuti pengajian sembari menunggu waktu salat Isya dan Tarawih.
Saat itu, terdengar suara retakan yang awalnya diduga sebagai gempa bumi. Namun, tidak lama kemudian, teras masjid tiba-tiba roboh.
Jemaah yang berada di dalam masjid segera bergegas keluar melalui pintu samping untuk menyelamatkan diri. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, meskipun puing-puing bangunan berserakan di sekitar lokasi.
Dugaan Penyebab dan Tindakan Polisi
Pihak kepolisian dari Polres Sumenep segera melakukan penyelidikan di lokasi kejadian. Mereka mendatangi tempat insiden, meminta keterangan dari para saksi, serta memasang garis polisi di area yang terdampak.
Dugaan sementara mengarah pada kondisi bangunan yang sudah tua sebagai penyebab utama runtuhnya teras masjid.Langkah-langkah lanjutan masih akan dilakukan untuk memastikan faktor penyebab lainnya.
Sementara itu, masyarakat diminta untuk lebih memperhatikan kondisi bangunan di sekitarnya dan segera melaporkan jika ditemukan tanda-tanda kerusakan yang berisiko menyebabkan runtuhnya struktur bangunan.
Upaya Pembersihan dan Imbauan Warga
Pasca kejadian, warga sekitar bersama pihak terkait mulai melakukan pembersihan puing-puing bangunan. Mereka berupaya membersihkan area yang terdampak agar aktivitas di masjid bisa kembali berjalan dengan aman.
Pihak kepolisian dan pemerintah setempat juga mengimbau warga agar lebih berhati-hati dalam menggunakan bangunan tua, terutama yang sering digunakan untuk kegiatan ibadah atau berkumpulnya banyak orang.
Langkah pencegahan seperti pemeriksaan berkala terhadap kondisi bangunan sangat disarankan guna menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Kejadian ambruknya teras Masjid Baiturrahman di Sumenep menjadi peringatan bagi masyarakat akan pentingnya perawatan bangunan, terutama yang sudah berusia tua.
Meski tidak ada korban jiwa, kerugian materi cukup besar dan dapat berdampak pada aktivitas keagamaan di masjid tersebut. Oleh karena itu, kewaspadaan dan tindakan preventif harus menjadi perhatian utama agar kejadian serupa tidak terjadi di tempat lain.(Kabarjawa)