
Kabarjawa – Menjelang bulan suci Ramadan dan perayaan Idul Fitri 2025, masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dapat bernapas lega.
Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah telah mengambil berbagai langkah strategis untuk memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji tetap aman selama periode Satuan Tugas Ramadan dan Idul Fitri (Satgas Rafi) 2025.
Upaya ini dilakukan guna mendukung kelancaran aktivitas masyarakat yang meningkat signifikan di masa tersebut.
Stok BBM dan Elpiji Dipastikan Aman
Pertamina memastikan stok BBM dan elpiji di wilayah DIY aman selama masa Satgas Rafi 2025. Konsumsi BBM jenis gasoline seperti Pertalite, Pertamax, dan Pertamax Turbo diproyeksikan mencapai 1.951 kiloliter (KL) per hari, naik sebesar 6,8 persen dibandingkan hari biasa yang berkisar di angka 1.828 KL per hari.
Untuk kebutuhan elpiji, diperkirakan terjadi kenaikan sebesar 3,05 persen dari 527 metrik ton (MT) per hari menjadi 543 MT per hari.
Guna mengantisipasi lonjakan ini, Pertamina menambah pasokan elpiji di seluruh kabupaten dan kota di DIY sebanyak 570.243 tabung, atau meningkat 347 persen dibandingkan waktu normal.
Sebaliknya, konsumsi gasoil diproyeksikan menurun dari 497 KL per hari menjadi 371 KL per hari, atau turun sebesar 25,2 persen.
Penurunan ini disebabkan oleh pembatasan mobilitas angkutan truk selama masa mudik, kecuali kendaraan yang mengangkut logistik, sembako, BBM, dan kebutuhan pokok.
Lonjakan Permintaan Avtur
Selain BBM dan elpiji, kebutuhan avtur atau bahan bakar pesawat juga diprediksi meningkat. Di Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) Kulon Progo, permintaan avtur diperkirakan naik 27 persen dari 136 KL per hari menjadi 175 KL per hari.
Sementara itu, di Bandara Adi Sutjipto, kenaikan mencapai 2 persen dari 17 KL per hari menjadi 22 KL per hari. Lonjakan ini sejalan dengan peningkatan jumlah penerbangan selama periode libur panjang.
Jaminan Kualitas dan Pengawasan Ketat
Untuk menjaga kualitas BBM yang disalurkan, Pertamina melakukan pengecekan berkala di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di DIY.
Setiap SPBU wajib memeriksa mutu BBM sebelum melayani konsumen dengan memajang sampel BBM agar masyarakat yakin terhadap kualitas produk.
Selain itu, Pertamina memastikan adanya pengawasan ketat mulai dari proses distribusi di Terminal BBM Rewulu hingga sampai ke SPBU.
Jika ditemukan pelanggaran, sanksi tegas akan diberikan, mulai dari peringatan hingga penutupan sementara SPBU hingga perbaikan operasional dilakukan.
Dengan berbagai langkah antisipatif yang diambil oleh Pertamina Patra Niaga, ketersediaan BBM dan elpiji di wilayah DIY selama Ramadan dan Idul Fitri 2025 dipastikan aman.
Pengawasan ketat dan pengecekan rutin di setiap SPBU menjamin kualitas produk tetap terjaga. Upaya ini diharapkan dapat mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama momen penting ini.(Kabarjawa)