
Kabarjawa – Sebuah aksi konvoi ratusan muda-mudi yang diduga tergabung dalam kelompok “kreak” menghebohkan warga Kota Semarang. Rombongan yang menyalakan kembang api di jalanan ini akhirnya diamankan oleh pihak kepolisian.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (22/3/2025) malam dan menjadi viral di media sosial.
Aksi Konvoi yang Mengganggu Ketenangan
Konvoi tersebut bermula dari acara buka puasa bersama di sebuah rumah makan di Limbangan, Kabupaten Kendal. Setelah acara usai, ratusan muda-mudi melanjutkan perjalanan dengan berkonvoi melewati beberapa jalur di Kota Semarang.
Rute yang mereka tempuh meliputi Boja, Jalan Cangkiran Semarang, BSB Mijen, Jalan Prof Hamka Ngaliyan, hingga Jalan Walisongo.
Dalam perjalanan, mereka menyalakan kembang api di tengah jalan dan membentangkan bendera di atas motor, yang menyebabkan gangguan lalu lintas dan ketenangan selama bulan suci Ramadan.
Aksi ini pun terekam dalam video yang kemudian diunggah oleh akun Instagram @kejadiansmg, hingga viral di media sosial.
Polisi Amankan 278 Orang
Pihak kepolisian bergerak cepat menindaklanjuti kejadian ini. Sebanyak 278 orang berhasil diamankan. Dari jumlah tersebut, 161 orang berasal dari Kota Semarang dan 117 orang lainnya berasal dari berbagai daerah, seperti Salatiga, Kendal, Kabupaten Semarang, Pati, Kudus, Boyolali, Grobogan, Demak, Temanggung, Batang, Magelang, dan Solo.
Menurut Kapolrestabes Semarang Kombes M Syahduddi, tindakan ini diambil untuk menjaga ketertiban umum dan menghormati masyarakat yang menjalankan ibadah puasa.
Rombongan konvoi akhirnya dibubarkan, dan seluruh peserta konvoi harus menghabiskan waktu sahur di kantor polisi sambil menunggu proses penyelidikan lebih lanjut.
Aksi konvoi yang dilakukan oleh ratusan muda-mudi di Kota Semarang ini menjadi pelajaran penting tentang pentingnya menjaga ketertiban umum, terutama di bulan suci Ramadan.
Pihak kepolisian telah mengambil langkah tegas dengan mengamankan ratusan peserta demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Dengan adanya kejadian ini, diharapkan seluruh lapisan masyarakat lebih bijak dalam merayakan kebersamaan, tanpa mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang lain.(Kabarjawa)