
Kabarjawa – Arus mudik Lebaran 2025 di Kabupaten Klaten diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Jumat, 28 Maret 2025. Prediksi ini didasarkan pada jadwal cuti bersama sektor swasta yang memungkinkan masyarakat pulang lebih awal.
Pemerintah daerah bersama kepolisian telah menyiapkan berbagai strategi untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan yang melintas di wilayah Klaten, termasuk penempatan pos pengamanan di titik-titik strategis.
Prediksi Puncak Arus Mudik
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten, Supriyono, menyebutkan bahwa puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada Jumat sore.
Hal ini sejalan dengan berakhirnya jadwal kerja sektor swasta yang memungkinkan pemudik untuk melakukan perjalanan lebih awal.
Sebagai bentuk antisipasi, Dinas Perhubungan Kabupaten Klaten telah mendirikan tujuh pos pemantauan dan pengamanan di sejumlah titik penting, termasuk:
- Perbatasan Prambanan
- Exit tol Prambanan
- Alun-alun Klaten
- Kantor Dinas Perhubungan
- Delanggu
- Rawa Jombor
Persiapan dan Strategi Pengamanan
Kapolres Klaten, AKBP Nur Cahyo AP, menegaskan bahwa pihak kepolisian telah melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi puncak arus mudik.
Salah satu langkah utama adalah penyusunan strategi pengelolaan lalu lintas di jalur utama yang sering mengalami peningkatan volume kendaraan.
Terdapat tiga skala prioritas dalam penanganan arus mudik di Klaten:
- Joglo Barat: Pengelolaan arus kendaraan dari Desa Tegalyoso hingga batas provinsi di barat.
- Lingkungan Kota: Kawasan dari Tegalyoso hingga Masjid Al Aqsha.
- Joglo Timur: Area mulai dari Masjid Al Aqsha hingga perbatasan timur Tegalgondo, Kecamatan Wonosari.
Untuk menghindari kemacetan parah, kepolisian telah menyiapkan rekayasa lalu lintas serta pengaturan di jalan arteri dan exit tol. Para perwira pengendali (padal) juga telah ditunjuk guna memastikan kelancaran arus kendaraan.
Puncak arus mudik di Klaten pada 28 Maret 2025 diperkirakan akan terjadi di sore hari, bersamaan dengan berakhirnya hari kerja sektor swasta.
Dinas Perhubungan dan Kepolisian Klaten telah melakukan berbagai persiapan, termasuk pendirian pos pemantauan dan strategi rekayasa lalu lintas untuk menghindari kemacetan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan perjalanan para pemudik dapat berjalan lancar dan aman.(Kabarjawa)