
Kabarjawa – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang mengambil langkah darurat dengan menutup jalur kereta api antara Stasiun Gubug dan Stasiun Karangjati di Kabupaten Grobogan.
Penutupan ini disebabkan oleh luapan air dari Kali Tuntang yang menggenangi rel. Akibat kejadian ini, beberapa perjalanan kereta api dibatalkan, sementara lainnya harus menjalani rekayasa rute untuk tetap beroperasi.
Dampak Penutupan Jalur KA Gubug-Karangjati
Banjir yang terjadi sejak Sabtu malam (8/3/2025) membuat aliran deras air melintasi rel di kilometer 32+6/7 pada lintas Semarang-Surabaya. Demi keselamatan perjalanan, PT KAI Semarang menutup jalur tersebut dan mengalihkan beberapa perjalanan kereta api.
Kereta Api yang Dibatalkan
Sebanyak dua perjalanan kereta api harus dibatalkan akibat kondisi jalur yang tidak memungkinkan untuk dilalui:
- KA 496 Kedung Sepur
- KA 495 Kedung Sepur
Kereta Api yang Dialihkan Jalurnya
Selain pembatalan perjalanan, PT KAI juga menerapkan rekayasa jalur dengan mengalihkan perjalanan tiga kereta api melalui lintas Gambringan-Gundih, yaitu:
- KA 261 Blora Jaya
- KA 99 Harina
- KA 263 Ambarawa
Situasi Terkini di Jalur yang Terdampak
PT KAI Semarang terus memantau perkembangan situasi di lokasi yang terdampak banjir. Hingga Minggu pagi (9/3/2025) pukul 07.10 WIB, air masih menggenangi rel dengan arus yang cukup deras.
Hal ini membuat jalur belum dapat digunakan kembali dan proses pemulihan masih berlangsung.Banjir akibat luapan Kali Tuntang di Kabupaten Grobogan berdampak signifikan terhadap perjalanan kereta api di jalur Semarang-Surabaya.
PT KAI Daop 4 Semarang telah mengambil tindakan dengan membatalkan beberapa perjalanan serta mengalihkan rute kereta api lainnya.
Penumpang diimbau untuk terus memantau informasi terbaru terkait perkembangan kondisi jalur dan perubahan jadwal perjalanan agar dapat merencanakan perjalanan dengan lebih baik.(Kabarjawa)