
Kabarjawa – Pembangunan infrastruktur tetap menjadi fokus utama pemerintah meskipun di tengah upaya efisiensi anggaran nasional. Salah satu proyek besar yang terus berlanjut adalah Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi), yang menjadi bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).
Proyek ini tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan timur Jawa Timur.
Proyek Tol Probowangi Masuk RPJMN 2025-2029
Tol Probowangi secara resmi tercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025.
Proyek ini diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp 8,1 triliun, dan mendapat dukungan penuh untuk dilanjutkan di masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Rincian Pembangunan 7 Seksi Tol Probowangi
Proyek tol ini terbagi dalam tujuh seksi yang membentang dari Gending di Probolinggo hingga Ketapang di Banyuwangi:
- Seksi 1: Gending – Kraksaan (12,88 km)
- Seksi 2: Kraksaan – Paiton (11,2 km)
- Seksi 3: Paiton – Besuki (25,60 km) – progres konstruksi telah mencapai lebih dari 60%
- Seksi 4: Besuki – Situbondo (43,30 km)
- Seksi 5: Situbondo – Asembagus (16,76 km)
- Seksi 6: Asembagus – Bajulmati (37,45 km)
- Seksi 7: Bajulmati – Ketapang (29,21 km)
Beberapa seksi seperti Gending hingga Paiton sempat dibuka secara fungsional saat musim mudik Lebaran 2025 untuk mendukung kelancaran arus lalu lintas.
Manfaat Strategis Bagi Ekonomi dan Pariwisata
Keberadaan Tol Probowangi dipandang sebagai pemicu utama pertumbuhan ekonomi lokal. Akses jalan yang baik mempercepat distribusi barang dan mobilitas masyarakat, sehingga mendukung kegiatan ekonomi secara lebih efisien.
Di samping itu, tol ini juga diyakini akan meningkatkan potensi sektor pariwisata di kawasan timur Jawa Timur, yang dikenal memiliki banyak destinasi unggulan.
Pembangunan Tol Probowangi menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung konektivitas antarwilayah meskipun di tengah keterbatasan anggaran.
Dengan progres pembangunan yang terus berjalan dan manfaat jangka panjang yang sangat strategis, proyek ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan ekonomi serta peningkatan daya tarik pariwisata di kawasan timur Provinsi Jawa Timur.
Dukungan penuh dari pemerintah pusat menjadi sinyal positif bahwa tol ini akan segera dapat dimanfaatkan masyarakat secara menyeluruh.(Kabarjawa)