Polresta Sidorajo Gagalkan Upaya Penyelundupan 39 Ribu Baby Lobster ke Singapura

Bagikan :
Ilustrasi - Polresta Sidoarjo menggagalkan penyelundupan 39 ribu baby lobster ke Singapura. Tiga tersangka ditangkap di tiga daerah. (Gemini AI)
Ilustrasi – Polresta Sidoarjo menggagalkan penyelundupan 39 ribu baby lobster ke Singapura. Tiga tersangka ditangkap di tiga daerah. (Gemini AI)

Sidoarjo, KabarJawa.com – Satreskrim Polresta Sidoarjo menggagalkan upaya penyelundupan sekitar 39 ribu ekor benih (baby) lobster yang diduga akan dikirim ke Singapura melalui Bandara Internasional Juanda.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, polisi menangkap tiga orang yang diduga menjadi bagian dari jaringan penyelundupan lintas daerah. Nilai ekonomi dari puluhan ribu benih lobster yang diamankan diperkirakan mencapai Rp5 miliar.

Baca juga  Jadwal Buka Tutup Puncak Hari Ini 27 April 2025: One Way, Ganjil Genap Mulai Jam Berapa?

Polisi saat ini masih mendalami peran masing-masing tersangka serta mengembangkan penyelidikan untuk mengungkap jaringan penyelundupan yang lebih luas.

Pengungkapan kasus bermula dari laporan Satgas Pengamanan Bandara Juanda terkait adanya koper yang mencurigakan saat pemeriksaan di bandara.

Kanit Tipidter Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Deckha Rian Embat, mengatakan petugas kemudian melakukan pemeriksaan terhadap koper tersebut.

Dari hasil pengecekan ditemukan puluhan ribu benih lobster yang diduga akan diselundupkan ke Singapura melalui jalur udara.

“Kami menerima laporan informasi dari Satgas Pengamanan Bandara Juanda terkait adanya koper mencurigakan. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan puluhan ribu benih lobster yang diduga akan diselundupkan ke Singapura,” ujar Iptu Deckha Rian Embat.

Berdasarkan hasil penyelidikan, para pelaku diduga menggunakan modus menyembunyikan benih lobster di dalam gulungan handuk basah. Gulungan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam koper yang berisi pakaian.

Modus tersebut diduga dilakukan untuk menjaga benih lobster tetap hidup selama proses pengiriman menggunakan pesawat menuju Singapura.

Polisi juga mengungkap bahwa jaringan ini menerapkan sistem cut out, yakni setiap pelaku hanya mengetahui tugasnya masing-masing sehingga rantai penyelundupan lebih sulit diungkap.

Baca juga  Jadwal Puasa Ramadhan 1446 H dan Awal Tarawih 2025

Hasil pengembangan penyelidikan mengarah kepada tiga orang yang diduga terlibat dalam kasus tersebut. Tiga tersangka yang diamankan dalam kasus ini berinisial AT (26), AZ (28), dan WE (29). AT ditangkap di Jakarta dan diduga berperan sebagai pemilik benih lobster yang akan diselundupkan.

Sementara itu, AZ diamankan di Bali sebagai bagian dari jaringan penyelundupan, sedangkan WE ditangkap di Kupang, Nusa Tenggara Timur, dan diduga terlibat dalam proses distribusi benih lobster tersebut.

Menurut penyidik, AT lebih dahulu diamankan. Dari hasil pemeriksaan terhadap AT, polisi kemudian menangkap AZ di Bali. Pengembangan selanjutnya mengarah ke Kupang hingga akhirnya WE berhasil diamankan.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi mengamankan sekitar 39 ribu ekor benih lobster beserta sejumlah barang bukti, berupa koper yang digunakan sebagai media pengiriman, handuk basah untuk menjaga benih lobster tetap hidup, serta pakaian yang dipakai untuk menyamarkan isi koper.

Satreskrim Polresta Sidoarjo menyatakan proses penyidikan belum berhenti pada penangkapan tiga tersangka. Penyidik masih menelusuri kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan penyelundupan benih lobster dari Indonesia ke Singapura.

Baca juga  Apakah Seleksi CPNS 2025 Dibatalkan? Ini Penjelasannya!

“Saat ini kami masih mendalami peran masing-masing tersangka serta melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan penyelundupan yang lebih luas, termasuk pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam pengiriman benih lobster dari Indonesia ke Singapura,” kata Iptu Deckha Rian Embat.

Ketiga tersangka kini telah ditahan di Polresta Sidoarjo untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait dalam penanganan barang bukti serta penyidikan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
Jadwal Ganjil Genap Puncak 26 April 2026
Jadwal Buka Tutup Puncak 26 April 2026, Berlaku One Way atau Ganjil Genap? Cek Estimasinya