
Kabarjawa – Menjelang arus mudik Lebaran, Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan persiapan maksimal guna mengantisipasi lonjakan kendaraan di jalur tol fungsional Jogja-Solo. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah pembentukan tim urai di sekitar exit tol Tamanmartani, Kalasan, Sleman.
Tim ini bertugas memastikan kelancaran arus lalu lintas serta mendukung rekayasa jalan demi meminimalisasi kemacetan.
Antisipasi Kepadatan Arus Mudik
Pembukaan fungsional tol Jogja-Solo yang dimulai pada Senin, 24 Maret mendatang diprediksi akan meningkatkan volume kendaraan di area exit tol Tamanmartani. Pasalnya, setelah keluar dari tol, pengendara akan langsung bertemu dengan jalan nasional dan kabupaten, yang menjadi titik rawan kemacetan.
Polda DIY merespons kondisi ini dengan menempatkan tim urai di titik-titik strategis sekitar pintu keluar tol. Terdapat dua perpotongan arus lalu lintas yang menjadi fokus utama pengawasan, yaitu pertemuan ruas tol dengan jalan kabupaten. Selain itu, pos pantau juga dibangun untuk mendukung pemantauan kondisi lalu lintas secara real-time.
Pembatasan Kendaraan dan Rekayasa Lalu Lintas
Berdasarkan perhitungan kepolisian, Jalan LPMP yang menjadi jalur penyangga exit tol hanya mampu menampung 1.600 kendaraan per jam.
Saat kondisi normal di luar periode Lebaran, jalur ini sudah menampung sekitar 800 kendaraan per jam. Oleh karena itu, kendaraan yang keluar dari exit tol Tamanmartani dibatasi maksimal 800 kendaraan per jam guna menghindari kepadatan yang berlebihan.
Sebagai langkah antisipasi, CCTV dipasang untuk menghitung jumlah kendaraan yang melintas. Jika terjadi lonjakan kendaraan yang mendekati batas maksimal, jalur fungsional tol akan segera ditutup, dan arus kendaraan dialihkan ke jalur selatan melalui gerbang tol Prambanan menuju Jalan Solo.
QR Code Rute Alternatif
Untuk mempermudah perjalanan pemudik, Ditlantas Polda DIY juga menyediakan QR Code yang dapat diakses oleh pengguna jalan. QR Code ini berisi panduan rute alternatif menuju arah Magelang maupun Jogja selatan, sehingga diharapkan mampu mengurangi beban jalan Solo yang diprediksi akan mengalami peningkatan arus kendaraan.
Langkah-langkah antisipatif yang diambil oleh Polda DIY, seperti pembentukan tim urai, pemasangan CCTV, serta penyediaan QR Code rute alternatif, merupakan upaya nyata dalam menjaga kelancaran arus mudik Lebaran.
Dengan adanya rekayasa lalu lintas dan pembatasan kendaraan di exit tol Tamanmartani, diharapkan pemudik dapat menikmati perjalanan yang lebih aman dan nyaman.(Kabarjawa)