
Kabarjawa – Persiapan mudik 2025, Pembangunan jalan tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) terus dikebut dan ditargetkan dapat digunakan secara fungsional hingga kawasan Paiton saat mudik Lebaran 2025.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap pembukaan tol fungsional ini bisa membantu mengurangi kemacetan dan mempercepat waktu tempuh perjalanan bagi para pemudik.
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, menyampaikan bahwa saat ini pengerjaan terus dilakukan untuk memastikan kesiapan jalur hingga Paiton.
Sebelumnya, pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemarin, tol di kawasan Kraksaan, Probolinggo, sempat dibuka secara fungsional. Namun, saat ini kembali ditutup untuk penyempurnaan lebih lanjut.
Peningkatan Kualitas Jalan Tol di Kraksaan hingga Paiton
Saat ini, pihak kontraktor tengah menyempurnakan jalur tol yang berada di kawasan Kraksaan. Rencana pembukaan tol fungsional hingga Paiton akan memberikan manfaat signifikan bagi para pengguna jalan.
Dengan panjang sekitar 12 kilometer dari Gending Kraksaan hingga Paiton, jalur ini diperkirakan bisa memangkas waktu tempuh secara drastis.
Jika sesuai target, fungsional jalan tol ini akan membantu mengurangi kepadatan lalu lintas di jalur utama pantai utara (Pantura) Jawa Timur, yang selama ini menjadi titik kemacetan saat arus mudik dan balik Lebaran.
Tol Fungsional: Gratis atau Berbayar?
Salah satu pertanyaan yang kerap muncul di masyarakat adalah apakah tol fungsional ini akan dibuka secara gratis atau berbayar. Emil Dardak menjelaskan bahwa kebijakan ini sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
Namun, ia mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan koordinasi terkait hal ini saat berkunjung ke Situbondo beberapa waktu lalu.
Kepastian mengenai tarif tol fungsional akan diumumkan lebih lanjut oleh pemerintah pusat menjelang musim mudik.
Dengan percepatan pembangunan dan rencana pembukaan jalur fungsional hingga Paiton, tol Probolinggo-Banyuwangi diharapkan mampu memberikan solusi efektif dalam mengatasi kemacetan saat mudik Lebaran 2025.
Jalur sepanjang 12 kilometer ini akan memangkas waktu tempuh dan meningkatkan kelancaran arus lalu lintas.
Sementara itu, keputusan apakah tol ini akan digratiskan atau tidak masih menunggu kebijakan dari pemerintah pusat. Masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi terbaru terkait proyek infrastruktur strategis ini.(Kabarjawa)