
Kabarjawa – Sebuah insiden tidak biasa terjadi di Kota Blitar, tepatnya di Jalan Kenari, saat seorang ODGJ tidur di tengah jalan. Kejadian ini berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB dan membuat lalu lintas di lokasi sempat tersendat.
Beberapa pengendara tampak bingung dan berusaha menghindari perempuan tersebut agar tidak terjadi kecelakaan.
Setelah informasi tersebar di media sosial, diketahui bahwa perempuan tersebut merupakan seorang Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Berdasarkan keterangan yang diberikan oleh keluarga, perempuan berinisial SKN (38) ini memang mengalami gangguan jiwa dan sering berkeliaran di sekitar Terminal Patria Kota Blitar untuk mengamen.
Tindakan Cepat Pihak Kepolisian
Setelah menerima laporan dari warga, anggota kepolisian dari Polsek Sananwetan segera turun ke lokasi untuk mengevakuasi perempuan tersebut. Petugas berusaha membujuknya agar menepi dan tidak membahayakan dirinya sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Setelah proses evakuasi, SKN akhirnya bersedia dibantu dan diarahkan ke tepi jalan. Petugas kemudian mengantarnya kembali ke rumahnya di Kecamatan Kanigoro.
Pihak keluarga yang menerima kepulangan SKN menyampaikan rasa terima kasih kepada petugas kepolisian yang telah membantu mengevakuasi dan mengamankan perempuan tersebut.
Kondisi dan Latar Belakang SKN
Menurut informasi yang diperoleh dari keluarganya, SKN memiliki riwayat gangguan jiwa dan sering keluar rumah sejak pagi hari untuk mengamen.
Pada hari kejadian, SKN meninggalkan rumah sekitar pukul 07.00 WIB dengan berjalan kaki. Biasanya, ia beraktivitas di sekitar Terminal Patria, namun siang itu justru melakukan aksi yang membahayakan dirinya sendiri di tengah jalan.
Kejadian ini menjadi pengingat bahwa perhatian terhadap ODGJ di lingkungan sekitar sangatlah penting. Dukungan keluarga, masyarakat, dan pihak berwenang diperlukan agar mereka bisa mendapatkan perawatan dan pengawasan yang lebih baik.
Aksi cepat kepolisian dalam menangani insiden ini patut diapresiasi, mengingat potensi bahaya yang bisa terjadi jika tidak segera ditangani.
Diharapkan, kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari, dan masyarakat semakin peduli terhadap kondisi orang-orang dengan gangguan jiwa di sekitar mereka.(Kabarjawa)