
Kabarjawa – Masyarakat Desa Pangkahwetan, Ujungpangkah, Gresik, dikejutkan oleh penemuan sesosok mayat pria yang mengapung di perairan Bengawan Solo.
Peristiwa ini segera menjadi perhatian warga setempat dan pihak berwenang. Berdasarkan pemeriksaan awal, mayat tersebut diidentifikasi sebagai seorang pria yang sebelumnya dilaporkan hilang di Jembatan Cincim Lama, Lamongan.
Kasus ini pun memunculkan dugaan kuat bahwa korban sengaja melompat dari jembatan tersebut.
Penemuan Mayat di Bengawan Solo
Mayat pria tersebut pertama kali ditemukan oleh nelayan setempat yang tengah mencari ikan di sekitar Bengawan Solo.
Menyadari adanya temuan tersebut, warga segera melaporkan kejadian ini kepada Tim SAR Pangkahwetan dan kepolisian setempat untuk dilakukan evakuasi serta penyelidikan lebih lanjut.
Kapolsek Ujungpangkah, Iptu Suwito Saputro, mengungkapkan bahwa mayat tersebut diketahui bernama Shohibul Roziqin, seorang pria berusia 34 tahun yang berasal dari Desa Sukobendu, Mantup, Lamongan.
Saat ditemukan, korban dalam posisi telungkup di permukaan air dengan mengenakan jaket hoodie hitam, celana jeans panjang, serta sepatu berwarna hitam putih.
Kondisinya sudah membengkak dan kaku, menandakan bahwa kematian telah terjadi lebih dari sehari sebelum mayat ditemukan.
Dugaan Keterkaitan dengan Insiden di Jembatan Cincim Lama
Pihak kepolisian menyebut bahwa Shohibul Roziqin diduga merupakan pemilik sepeda motor Honda Scoopy hitam bernomor polisi S 2887 JAV yang ditemukan terparkir tanpa pemilik di Jembatan Cincim Lama, Lamongan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan tersebut ditemukan pada Kamis (27/2) dini hari sekitar pukul 00.24 WIB. Warga sekitar yang melihat motor tersebut merasa curiga dan melaporkan kepada polisi yang sedang berpatroli.
Saat dilakukan pemeriksaan di lokasi, petugas menemukan dompet yang berisi kartu identitas, KTP, STNK, serta beberapa lembar foto pria yang kemudian teridentifikasi sebagai Shohibul Roziqin.
Selain itu, polisi juga menemukan ponsel Samsung A14 berwarna hitam di sekitar lokasi. Keberadaan kendaraan tanpa pemilik di tengah jembatan menguatkan dugaan bahwa korban mungkin melompat dari jembatan tersebut.
Hasil Pemeriksaan Awal Polisi
Setelah mayat dievakuasi, pihak kepolisian langsung melakukan pemeriksaan awal untuk mengetahui penyebab kematian.
Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meski begitu, pihak kepolisian tetap berkoordinasi dengan Polres Lamongan untuk memastikan penyelidikan lebih lanjut.
Penemuan mayat Shohibul Roziqin di Bengawan Solo menimbulkan berbagai dugaan terkait insiden di Jembatan Cincim Lama.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, korban diduga melompat dari jembatan dan hanyut hingga ditemukan di perairan Gresik.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap kondisi mental orang-orang di sekitar mereka dan segera melaporkan jika ada tanda-tanda yang mengarah pada tindakan berbahaya.
Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami tekanan mental yang berat, segera cari bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater.(Kabarjawa)