
Kabarjawa – Tes kesehatan jiwa! Pemerintah Kota Kediri terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) melalui pendekatan yang menyeluruh, tidak hanya dari segi kompetensi teknis tetapi juga aspek psikologis.
Untuk pertama kalinya, Pemkot Kediri bekerja sama dengan Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengadakan tes kesehatan jiwa dan psikologi secara massal untuk seluruh pejabat eselon II hingga fungsional ahli madya.
Inisiatif ini menjadi langkah strategis dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berbasis sistem merit dan berorientasi pada pelayanan publik yang optimal.
Langkah Strategis Pemkot Kediri Tingkatkan Kualitas ASN
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14-15 April 2025 di Ruang Soekarno Hatta, BKPSDM Kota Kediri ini, diikuti oleh sebanyak 148 peserta dari berbagai level jabatan, mulai dari Sekda, kepala OPD, camat, lurah, hingga kepala BUMD.
Pelaksanaan tes ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap kesehatan mental dan kecerdasan emosional ASN sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan publik.
Tes dibagi menjadi dua bagian utama, yaitu tes kesehatan jiwa menggunakan metode MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) dan tes psikologi umum. Kegiatan ini difasilitasi langsung oleh tim profesional dari Polda Jatim yang memiliki kompetensi dalam bidang psikologi klinis dan organisasi.
Pemetaan Potensi ASN Melalui Aspek Kepribadian dan Emosional
Melalui kegiatan ini, Pemkot Kediri berupaya memetakan potensi ASN secara lebih menyeluruh. Aspek yang dinilai meliputi kepribadian, kecerdasan emosional, dan stabilitas mental.
Hasil dari tes ini akan dianalisis dalam bentuk grafik psikologis yang menggambarkan kondisi umum masing-masing peserta.
Tidak berupa angka atau nilai, hasil ini akan menjadi acuan penting dalam proses pembinaan dan pengembangan ASN ke depan.
Apabila ditemukan grafik yang menunjukkan kondisi tidak lazim, maka akan dilakukan pendalaman lebih lanjut oleh tim psikologi.
Hasil tes juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam kebijakan rotasi dan mutasi jabatan, meskipun bukan sebagai penentu utama.
Komitmen pada Sistem Merit dan Kesejahteraan ASN
Pemkot Kediri menunjukkan kepemimpinan yang progresif dalam meningkatkan kualitas birokrasi dengan tidak hanya menilai ASN dari capaian kerja semata, tetapi juga dari sisi psikologis.
Dengan pendekatan ini, diharapkan setiap ASN dapat bekerja dengan optimal dan memiliki stabilitas emosional yang baik untuk menunjang tugas-tugas pelayanan publik.
Langkah ini juga sekaligus mencerminkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan mental ASN, sehingga dapat menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, harmonis, dan produktif.
Tes kesehatan jiwa dan psikologi massal yang digelar Pemkot Kediri bersama Polda Jatim menjadi langkah baru dalam reformasi birokrasi berbasis sistem merit.
Dengan memetakan aspek kepribadian, emosional, dan mental ASN, diharapkan kualitas pelayanan publik akan semakin meningkat.
Kegiatan ini juga menandai komitmen Pemkot Kediri dalam membangun sumber daya aparatur yang tidak hanya kompeten, tetapi juga sehat secara psikologis dan emosional.
Langkah ini patut menjadi contoh bagi daerah lain dalam membangun birokrasi yang kuat, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.(Kabarjawa)