
Kabarjawa – Sebuah karya seni unik di jalur penghubung Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara, tepatnya di Desa Krasak, mendadak menjadi sorotan publik. Patung biawak yang berdiri megah di pinggir jalan ini viral di media sosial karena dinilai sangat mirip dengan bentuk aslinya.
Bukan hanya tampak realistis, patung tersebut juga memikat warga dan pengguna jalan yang melintas. Siapa sosok kreatif di balik patung ini?
Sosok Seniman di Balik Patung Biawak Realistis
Karya mengagumkan ini merupakan hasil tangan dingin Rejo Arianto, seniman asal Wonosobo yang juga dikenal sebagai pelukis handal.
Sebelum memahat patung tersebut, Ari sengaja membeli dan memelihara biawak sungguhan untuk mengamati langsung gerak-gerik dan karakteristik hewan tersebut. Ia ingin memastikan bahwa karya seninya tidak hanya menyerupai bentuk fisik, tetapi juga memiliki kesan hidup dan realistis.
Sebagai lulusan Seni Rupa dari ISI Solo, Ari sudah terbiasa menyelami dunia seni dengan penuh dedikasi. Ia mengaku bahwa tantangan utama dalam berkarya adalah memberikan “jiwa” pada setiap hasil karyanya. Menurutnya, seindah apapun sebuah karya, jika tidak memiliki esensi yang kuat, maka akan terasa hampa.
Karya Patung ke-3, Persembahan Pertama untuk Wonosobo
Patung biawak ini merupakan karya patung ketiga dalam perjalanan karier seni Ari. Sebelumnya, ia lebih banyak berkarya dalam bentuk lukisan, termasuk beberapa lukisan yang kini menghiasi rumah dinas Bupati Wonosobo.
Meski terbilang baru dalam dunia patung, Ari berhasil menciptakan karya yang mampu menyita perhatian publik dan menambah daya tarik kawasan tersebut.
Respons Masyarakat dan Filosofi Karya
Reaksi positif dari warga Wonosobo menjadi sumber kebanggaan tersendiri bagi Ari. Ia merasa bahagia karena karyanya mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Dukungan dan doa dari berbagai pihak dianggapnya sebagai motivasi untuk terus berkarya dan mengangkat budaya lokal lewat seni.
Menariknya, soal biaya pembuatan patung, Ari menegaskan bahwa fokus utamanya adalah pada nilai seni dan bukan pada besarnya anggaran.
Ia bahkan berpesan agar dalam setiap pembangunan, yang terpenting adalah kebermanfaatannya, bukan nilai nominalnya.
Patung biawak di perbatasan Wonosobo-Banjarnegara bukan sekadar ornamen jalan, tetapi simbol dedikasi, observasi mendalam, dan semangat seni dari seorang seniman lokal.
Karya ini membuktikan bahwa seni yang dibuat dengan ketulusan dan riset mendalam mampu menyentuh hati banyak orang.
Rejo Arianto telah menunjukkan bahwa dengan tekad dan cinta terhadap seni, karya luar biasa bisa lahir dari daerah dan membawa pengaruh positif bagi masyarakat luas.(Kabarjawa)