Pakuwon Group Buka Suara soal Pemasangan Pagar Tinggi di Mal, Bantah Terkait Isu Kerusuhan Agustus 2026

Bagikan :
Pemasangan pagar di Pakuwon Mall Jogja. (Threads/boedi_xc)
Pemasangan pagar di Pakuwon Mall Jogja. (Threads/boedi_xc)

KabarJawa.com – Isu mengenai dugaan krisis ekonomi dan kerusuhan besar yang disebut-sebut akan terjadi pada Agustus 2026 belakangan ramai beredar di media sosial.

Narasi tersebut turut dikaitkan dengan pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan di berbagai kota besar, termasuk mal yang dikelola Pakuwon Group.

Menanggapi isu tersebut, Direktur Marketing Pakuwon Group, Sutandi Purnomosidi, menegaskan bahwa pemasangan pagar di sejumlah mal dilakukan untuk meningkatkan aspek keselamatan dan keamanan pengunjung. Ia membantah anggapan bahwa langkah tersebut berkaitan dengan prediksi akan terjadinya kerusuhan.

Baca juga  Kota Isfahan di Iran Sepakat Bekerja Sama dengan Pemkot Yogyakarta

Dalam beberapa pekan terakhir, media sosial diramaikan dengan unggahan yang mengaitkan pemasangan pagar tinggi di sejumlah pusat perbelanjaan dengan isu krisis ekonomi dan potensi kerusuhan pada Agustus 2026.

Salah satu pusat perbelanjaan yang menjadi sorotan adalah Pakuwon Mall di Surabaya. Warganet mempertanyakan alasan pemasangan pagar di area mal yang sebelumnya terbuka selama bertahun-tahun.

Namun hingga kini, tidak ada pernyataan resmi dari pemerintah maupun aparat penegak hukum yang menyatakan adanya ancaman kerusuhan sebagaimana narasi yang beredar di media sosial.

Penjelasan mengenai pemasangan pagar disampaikan Sutandi Purnomosidi dalam sebuah wawancara bersama konten kreator Andi Sugiarto Budiman (andysugarr).

Dalam wawancara tersebut, Andi mempertanyakan alasan Pakuwon Mall memasang pagar setelah hampir satu dekade beroperasi tanpa pembatas di area luar.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Sutandi mengatakan perubahan kondisi lalu lintas setelah dibukanya Radial Road menjadi salah satu alasan utama perusahaan melakukan penyesuaian pada area luar mal.

Menurutnya, akses jalan baru tersebut membuat arus kendaraan di sekitar Pakuwon Mall menjadi jauh lebih padat dibanding sebelumnya.

Baca juga  Jadwal Operasional BRI 18-24 Maret 2026: Ada Libur Long Weekend Nyepi & Lebaran 1447 H, Bank Buka atau Tutup?

“Sekarang kalau semua orang nyebrang masuk sembarangan ke Pakuwon Mall ini kan bahaya buat mereka sendiri,” ujar Sutandi.

Ia menjelaskan, kawasan terbuka di sekitar Pakuwon Mall memiliki panjang sekitar 1,5 kilometer sehingga diperlukan pembatas agar pejalan kaki tidak menyeberang secara sembarangan dan akses keluar-masuk kendaraan tetap tertata.

Sutandi juga membantah anggapan bahwa pemasangan pagar merupakan langkah baru yang dilakukan karena adanya isu tertentu.

Ia mengatakan sejumlah pusat perbelanjaan milik Pakuwon Group telah lebih dahulu menggunakan pagar sebagai bagian dari standar keamanan kawasan.

Beberapa mal yang disebutkan antara lain Royal Plaza Surabaya; Blok M Plaza Jakarta; Tunjungan Plaza (TP) 4 dan TP 5 Surabaya.

Menurutnya, pagar di Royal Plaza sebelumnya menggunakan material besi hollow yang setelah puluhan tahun mulai mengalami korosi sehingga perlu diperbarui.

“Kita itu Blok M Plaza di Jakarta juga sudah dipagari semua. Justru prototype pagar Pakuwon Mall itu mencontoh dari Blok M Plaza. Ini yang menjadi identitas kita sekarang,” kata Sutandi.

Ia menambahkan pembaruan fasilitas merupakan bagian dari upaya perusahaan mengikuti perkembangan kebutuhan keamanan dan keselamatan pengunjung.

Baca juga  Akun IG Syafril Firdaus, Ramai Dokter Kandungan Diduga Lakukan Tindak Asusila Bumil di Garut, Rekaman CCTV Diburu Warganet

Dalam kesempatan yang sama, Sutandi menepis anggapan bahwa pemasangan pagar dilakukan karena perusahaan mengetahui akan terjadi kondisi tertentu pada masa mendatang.

Menurutnya, Pakuwon Group tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi di kemudian hari.

Karena itu, pemasangan pagar semata-mata didasarkan pada pertimbangan operasional, perubahan lingkungan sekitar, serta peningkatan standar keselamatan di kawasan pusat perbelanjaan.

Munculnya berbagai spekulasi mengenai pemasangan pagar di pusat perbelanjaan menunjukkan pentingnya masyarakat untuk memverifikasi informasi sebelum mempercayai atau membagikannya.

Informasi yang beredar di media sosial belum tentu sesuai dengan fakta di lapangan. Karena itu, masyarakat disarankan mengacu pada keterangan resmi dari pihak terkait maupun instansi berwenang ketika menemukan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.***

Berita Terbaru

Universitas Ngudi Waluyo memiliki 24 program studi dari D3 hingga S2, mencakup bidang kesehatan, bisnis, hukum, dan pendidikan.
Berapakah Jumlah Program Studi yang Ada di Universitas Ngudi Waluyo Saat ini?
Nomor punggung Pelé yang paling ikonik adalah 10. Simak sejarah angka tersebut dan tiga gelar Piala Dunia Brasil.
Apa Nomor Punggung Paling Ikonik Pele di Panggung Piala Dunia?
KKB-Papua
Penembakan Pegawai Dinas Pertanian Jayawijaya, 3 Orang Tewas di Pedalaman Papua
All You Can Eat Steamboat & Grill hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo dengan panorama Menoreh dan pilihan paket menarik.
All You Can Eat Steamboat & Grill Hadir di Novotel & ibis YIA Kulon Progo: Kuliner dengan Panorama Menoreh
Jadwal one way Puncak 12-13 September 2026 berlaku situasional. Ganjil genap ditiadakan, cek jam arah naik dan turun.
Jadwal One Way Jalur Puncak12-13 September 2026: Ganjil Genap Ditiadakan, Satu Arah Situasional

Terpopuler

Video kasir Indomaret viral 7 menit ramai di media sosial. Simak fakta soal isi video, Lylia, dan klaim akun media sosialnya. (Foto ilustrasi: Pixabay/lolo_btl)
Video Kasir Indomaret Viral 7 Menit Isinya Apa dan Nama Akun IG serta TikTok Lylia yang Disebut-sebut Pemeran Video
Nama kepala sekolah dan guru SD Pekalongan yang viral belum diumumkan. Disdikbud membenarkan kasus dan menjatuhkan sanksi. (Foto ilustrasi Pixabay/geralt)
Siapa Kepala Sekolah dan Guru SD Pekalongan Viral Video Asusila yang Dicopot Disdikbud?
pemeliharaan jaringan listrik
Jadwal Pemadaman Listrik Surabaya Hari Ini, Cara Cek Info Real Time & Akurat
Messi memimpin Argentina juara Piala Dunia 2022 setelah menang adu penalti atas Prancis dalam final dramatis di Qatar.
Pada Tahun Berapa Messi Memimpin Argentina Meraih Gelar Piala Dunia?
Kesalahan Penulisan Aksara Jawa di Kantor Disdikbud Jateng Jadi Sorotan, Begini Fakta dan Evaluasinya
Mengenal Aksara Swara (A, I, U, E, O): Pengertian, Ciri-ciri dan Fungsinya