
Kabarjawa – Sebuah pabrik kerupuk yang berlokasi di Desa Pasuruan Lor, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, mengalami kebakaran hebat pada dini hari. Kebakaran ini mengakibatkan kerugian hingga ratusan juta rupiah bagi pemilik pabrik, Paimin (68).
Kronologi Kejadian
Kejadian ini pertama kali diketahui oleh cucu pemilik pabrik yang saat itu sedang tidur di teras rumah. Pada sekitar pukul 01.30 WIB, ia melihat kobaran api yang berasal dari area produksi pabrik.
Menyadari bahaya tersebut, ia segera membangunkan orang tuanya dan meminta bantuan kepada para tetangga untuk mengatasi kebakaran yang semakin membesar.
Warga sekitar berusaha memadamkan api sambil menunggu bantuan dari petugas pemadam kebakaran. Tim pemadam kebakaran segera dikerahkan ke lokasi setelah menerima laporan dari warga.
Proses Pemadaman Api
Sebanyak lima unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan untuk menangani kebakaran ini. Petugas bekerja keras untuk mengendalikan api agar tidak menyebar lebih luas.
Setelah lebih dari satu jam berjuang melawan kobaran api, akhirnya kebakaran dapat dikendalikan dan berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.15 WIB.
Penyebab Kebakaran
Berdasarkan keterangan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, kebakaran ini diduga disebabkan oleh tungku masak yang belum dimatikan dengan sempurna. Api dari tungku kemudian menyambar tumpukan kayu yang berada di sekitarnya.
Selain itu, banyaknya bahan mudah terbakar seperti minyak goreng dan kerupuk siap jual membuat api dengan cepat menyebar dan membakar seluruh bangunan pabrik.
Kerugian Akibat Kebakaran
Insiden ini menyebabkan bangunan pabrik beserta seluruh isinya hangus terbakar. Diperkirakan kerugian materi mencapai Rp 300 juta. Beberapa aset yang ikut terbakar antara lain:
- Bangunan pabrik berukuran 15 meter x 15 meter
- Dua unit sepeda motor
- Bahan baku produksi kerupuk
- Peralatan masak dan mesin oven
- Dua unit mesin produksi
- Beberapa alat elektronik
Peristiwa kebakaran ini menjadi peringatan bagi para pemilik usaha yang menggunakan peralatan masak berbahan bakar kayu atau minyak untuk selalu memastikan semua peralatan dalam keadaan aman setelah digunakan.
Langkah pencegahan seperti pengecekan ulang sebelum meninggalkan area produksi sangat penting untuk menghindari kejadian serupa di masa mendatang.
Beruntung, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian material yang dialami cukup besar. Semoga kejadian ini bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran.(Kabarjawa)