
KabarJawa.com – Belakangan, jagat maya kembali dibuat heboh dengan isu yang menyasar kelompok masyarakat lanjut usia, khususnya para pensiunan PNS, Guru, TNI, dan Polri.
Sejak awal bulan Februari 2026 ini, beragam narasi liar mengenai pencairan rapel kenaikan gaji pensiun makin santer beredar. Dimana hal ini kemudian menjadi omongan di berbagai platform media sosial.
Berdasarkan pantauan KabarJawa.com, adanya disinformasi ini diketahui paling marak ditemukan di YouTube. Yang mana, diketahui terdapat judul-judul video bombastis salah satunya judul yang seolah mengumumkan bahwa dana rapel sudah cair, dan meminta pensiun segera cek agar haknya tidak hilang .
Kabar angin seperti inlah yang menimbulkan tanda tanya besar, dan mungkin sudah ada yang bolak-balik mengecek saldo rekening mereka hari ini.
Namun, PT Taspen (Persero) akhirnya buka suara untuk meluruskan kekeliruan tersebut. Perusahaan membantah mengenai adanya rapel yang sudah cair.
Taspen Pastikan Belum Ada Pencairan Rapel
Merespons keresahan yang meluas, Taspen memberikan pernyataan resmi terbarunya tepat pada hari ini, Kamis, 5 Februari 2026.
Melalui akun media sosial Instagram resmi @taspen, pihak manajemen menegaskan bahwa kabar yang menyebutkan rapel gaji pensiun sudah cair adalah tidak benar.
Taspen menjelaskan bahwa hingga detik ini, pihaknya belum menerima arahan apapun dari pusat. Dalam keterangan tertulisnya, disebutkan bahwa mereka belum menerima informasi atau regulasi resmi dari Pemerintah terkait kenaikan maupun pencairan rapel gaji pensiun di tahun 2026 ini.
“Saat ini kami belum menerima informasi atau regulasi resmi dari Pemerintah terkait dengan hal tersebut,” demikian keterangan Taspen, dilansir KabarJawa.com
Pernyataan tegas ini menjadi konfirmasi valid bahwa klaim-klaim yang beredar di luar sana hanyalah isu tanpa dasar. Jadi, jika ada pihak yang mengatakan uang rapelan sudah masuk hari ini, maka bisa dipastikan itu adalah informasi bohong.
Benarkah Menkeu Purbaya Umumkan Rapel Gaji Pensiun?
Kewaspadaan para pensiunan kini sedang diuji oleh teknologi yang semakin canggih namun disalahgunakan. Salah satu pemicu utama mengapa isu ini begitu dipercaya adalah beredarnya video yang menampilkan sosok Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa. Dalam video, tampak Menkeu seolah-olah berbicara dan mengumumkan pencairan rapel kenaikan gaji.
Namun, berdasarkan penelusuran KabarJawa.com, video tersebut diduga kuat adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Teknologi deepfake ini mampu memanipulasi wajah dan suara pejabat negara sehingga terlihat meyakinkan. Oleh karena itu, Bapak dan Ibu pensiunan diimbau untuk sangat berhati-hati dan tidak menelan mentah-mentah informasi video yang beredar di grup WhatsApp atau YouTube.
Saat ini, pembayaran pensiun yang sah masih mengacu pada aturan lama, yakni PP Nomor 8 Tahun 2024, di mana gaji pensiun reguler bulan Februari memang sudah mulai dicairkan sejak tanggal 1 lalu, namun tanpa adanya kenaikan baru atau rapelan.
Jadi, kini kita tahu bahwa kabar yang menyebutkan bahwa dana rapel gaji pensiun sudah cair pada Februari 2026 adalah hoaks. Hal ini juga sudah resmi dibantah Taspen.
Sementara, perlu diingat sekali lagi bahwa video pengumuman Menteri Keuangan yang beredar juga diduga merupakan rekayasa teknologi AI, mengingat hingga kini belum ada pernyataan dari Menkeu Purbaya tentang rapelan pensiunan.***